Stasiun Kereta Makassar-Parepare Akan Terintegrasi dengan Pelabuhan dan Terminal Bus

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 14:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, rilis.news – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa transportasi kereta api Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan (Sulsel) akan terintegrasi dengan pelabuhan dan terminal bus. Hal ini bertujuan untuk menciptakan konektivitas antarmoda yang lebih efisien bagi masyarakat.

“Rencana induk kereta api di Sulsel akan memastikan stasiun terintegrasi dengan Pelabuhan Garongkong, Pelabuhan New Port Makassar, serta terminal bus. Kami ingin integrasi antarmoda ini terwujud dengan baik,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (18/8/2025).

Salah satu titik integrasi utama adalah Stasiun Mandai, yang akan terhubung dengan Terminal Bus Integrasi Mandai. Lahan seluas 16,4 hektare di kawasan stasiun akan dikembangkan, dengan 2,5 hektare digunakan untuk terminal bus, 10,4 hektare untuk kantor operasional dan fasilitas pendukung, serta 2,5 hektare sisanya untuk rumah susun pegawai.

 
Selain itu, Stasiun Garongkong akan terintegrasi dengan Pelabuhan Garongkong, termasuk kantor KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan). Dari total lahan 46,6 hektare, saat ini baru 2,5 hektare yang dimanfaatkan untuk stasiun dan jalan akses. Sisanya akan dikembangkan untuk kawasan konsolidasi dan integrasi pelabuhan.

Sementara itu, integrasi Stasiun Mandai dengan Makassar New Port masih menunggu proses pembebasan lahan. “Prosesnya bertahap, tapi rencana induknya sudah matang,” ujar Budi.

Per Maret 2025, jalur kereta Makassar-Parepare sepanjang 123 km telah beroperasi penuh, melintasi Kabupaten Barru (58,4 km), Pangkep (45,9 km), dan Maros (18,7 km). Jumlah penumpang terus meningkat, dari 214.720 orang (2023) menjadi 281.442 orang (2024). Hingga Juli 2025, jumlah penumpang telah mencapai 181.895 orang.

Tingkat kepuasan penumpang juga naik dari skor 3,1 (2023) menjadi 3,34 (2024) dalam skala 4. “Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat. Karena itu, pengembangan infrastruktur harus terus dilakukan,” tegas Budi.

Integrasi stasiun kereta dengan pelabuhan dan terminal bus di Sulsel diharapkan memperlancar mobilitas logistik dan penumpang. Pemerintah menargetkan pembangunan tahap demi tahap untuk mewujudkan konektivitas yang lebih baik di kawasan Indonesia Timur.

Berita Terkait

Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan
Menkeu Ancam Kembalikan Sistem Bea Cukai ke Era Orba jika Kinerja Tak Membaik
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Julfi Hadi Mengundurkan Diri
Bupati Sinjai Buka Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah dan Sampah Organik
Menkeu Ingatkan Pemda Tak Menumpuk Dana APBD, Dorong Belanja Daerah untuk Pacu Ekonomi
Danantara Pastikan Aturan Baru Tantiem Direksi dan Komisaris BUMN Sudah Berlaku
Kemendag sita 19.391 bal CAKAR di Jabar

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru