Menkeu Ancam Kembalikan Sistem Bea Cukai ke Era Orba jika Kinerja Tak Membaik

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025 - 15:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan ultimatum keras kepada Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk segera memperbaiki kualitas pelayanan dan pengawasan. Jika perbaikan internal tidak menunjukkan hasil signifikan, Menkeu tidak menutup kemungkinan untuk mengembalikan sistem kepabeanan pada skema yang berlaku di era Orde Baru (Orba).

​Ultimatum ini muncul di tengah sorotan publik terhadap kinerja Bea Cukai, terutama terkait isu under-invoicing ekspor dan maraknya barang ilegal yang lolos dari pengawasan.

​Ancaman “Langkah Cadangan” SGS

​Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa langkah cadangan yang dipertimbangkan adalah pengaktifan kembali model pengawasan yang melibatkan pihak eksternal, serupa dengan yang diterapkan pada masa Orde Baru.

​”Sempat ada wacana kalau kita tidak bisa memperbaiki kinerja Bea Cukai, maka akan dijalankan seperti tahun dulu, waktu zaman Orde Baru, SGS, yang menjalankan pengecekan di custom kita,” kata Purbaya di Jakarta, seperti dilansir Antara.

 

​Pada era tersebut, pengawasan kepabeanan sempat dilimpahkan kepada Societe Generale de Surveillance (SGS), perusahaan inspeksi, verifikasi, dan sertifikasi asal Swiss, bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia. Pelimpahan tugas ini, di masa lalu, bahkan menyebabkan sejumlah pegawai Bea Cukai harus dirumahkan.

​Purbaya menegaskan bahwa wacana tersebut bukanlah bentuk kemarahan, melainkan tuntutan serius agar seluruh jajaran Kemenkeu melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia bahkan menyebut wacana pengembalian ke sistem SGS justru memicu semangat jajaran Bea Cukai karena menyadari risiko kehilangan kewenangan utama mereka.

​Pengawasan Diperkuat AI

​Meskipun memberikan ancaman skema Orba sebagai langkah cadangan, Menkeu menyatakan optimisme bahwa Bea Cukai mampu menjalankan tugas lebih bersih dan akurat melalui penguatan teknologi internal.

​Saat ini, proses pengecekan masih dilakukan secara manual. Namun, Purbaya memastikan bahwa Bea Cukai akan segera memperkuat pengawasan dengan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI).

​”Nggak lama lagi kita akan kerjakan pakai AI. Jadi akan lebih cepat pendeteksiannya,” ujarnya.

​Penguatan sistem berbasis AI ini diharapkan dapat mempercepat pendeteksian kejanggalan hingga potensi penggelapan, yang selama ini menjadi fokus utama terkait dugaan under-invoicing dan lolosnya barang ilegal.

Berita Terkait

Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Julfi Hadi Mengundurkan Diri
Bupati Sinjai Buka Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah dan Sampah Organik
Menkeu Ingatkan Pemda Tak Menumpuk Dana APBD, Dorong Belanja Daerah untuk Pacu Ekonomi
Danantara Pastikan Aturan Baru Tantiem Direksi dan Komisaris BUMN Sudah Berlaku
Kemendag sita 19.391 bal CAKAR di Jabar
Kemendagri Minta Bulog Segera Gelontorkan Beras SPHP, Ada Ancaman Kerugian Negara

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru