PAREPARE – Anggota Komisi I DPRD Kota Parepare dari Fraksi Demokrat, Ahmad Zulfikar Zuhdy, menggelar reses titik di Lauleng, Kecamatan Soreang, Jumat (15/5/2026).
Berbeda dari biasanya, legislator peraih suara tertinggi pada Pemilu 2024 ini menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi konstituen yang hadir.
Bekerja sama dengan tim Puskesmas setempat, warga diberikan fasilitas pengecekan kadar gula darah dan tekanan darah secara cuma-cuma sebelum dimulainya penjaringan aspirasi.
”Kami melibatkan tim kesehatan agar masyarakat yang hadir tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga bisa memeriksakan kondisi kesehatannya secara langsung dan gratis,” ujar Zulfikar.
Selain fokus pada kesehatan, Zulfikar mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan fasilitas publik.
Ia menegaskan bahwa laporan langsung dari warga menjadi basis data vital bagi DPRD untuk mengawal program pemerintah kota agar tepat sasaran.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan keluhan spesifik. Wahida, warga Industri Kecil, mengusulkan bantuan etalase untuk mendukung usahanya. Menanggapi hal tersebut,
Zulfikar menjelaskan bahwa usulan tersebut sebenarnya telah terakomodasi dalam Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dan terdaftar di SIPD.
”Aspirasi Ibu sudah kami catat dan masuk sistem. Jika kondisi anggaran daerah membaik, akan segera kami realisasikan karena saat ini pemerintah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran,” jelas legislator yang meraup 2.917 suara tersebut.
Terkait infrastruktur, Nurul mempertanyakan kepastian perbaikan jalan di kawasan Industri Kecil.
Sementara itu, warga lainnya, Fajrin, mengkritik pemusatan berbagai acara (event) yang selalu bertumpu di Lapangan Andi Makkasau.
”Mengenai event, kami sudah meminta pemerintah daerah agar pelaksanaannya merata di setiap wilayah dan tidak terpusat di satu titik saja. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi kami dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) mendatang,” tegas Zulfikar.
Menutup kegiatan tersebut, Zulfikar berkomitmen untuk terus mengawal setiap aspirasi masyarakat Soreang meskipun di tengah keterbatasan anggaran daerah.










