Persib Bandung Tolak Bonus Rp 1 M dari KDM, Ternyata Hasil Sumbangan ASN!

- Redaksi

Senin, 30 Juni 2025 - 01:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Klub sepak bola kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung, kembali mencuri perhatian publik dengan sikap tegasnya menolak bonus atau “kadeudeuh” senilai Rp 356 juta yang digalang dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penolakan ini bukan tanpa alasan, manajemen Persib secara konsisten menegaskan pentingnya transparansi asal-usul dana, sebuah langkah yang disebut-sebut sebagai upaya menjaga integritas klub di tengah sorotan publik.

Keputusan berani ini diharapkan dapat menjadi contoh tata kelola yang baik dalam dunia sepak bola profesional Indonesia.

Bonus yang mulanya dijanjikan sebesar Rp 1 miliar ini menuai polemik setelah jumlah yang terkumpul jauh di bawah target dan tanpa rincian donatur yang jelas.

Menanggapi situasi ini, manajemen Persib Bandung dengan tegas menyatakan, “Kami memilih tidak menerima dana tersebut jika tidak disertai rincian jelas mengenai siapa yang memberi dan berapa jumlahnya.”

Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen mereka untuk konsisten menolak tawaran serupa di kemudian hari jika transparansi tidak terpenuhi.

Gubernur Jabar Angkat Bicara: Bukan Dana Negara, Bersifat Sukarela

Menyusul penolakan Persib, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan klarifikasi terkait inisiatif bonus tersebut.

KDM menjelaskan, pemberian bonus kepada Persib terdiri dari dua bagian.

“Saya memang targetkan Rp 1 miliar, tetapi sejak awal saya sampaikan kalau tidak mampu ya jangan dipaksakan,” ujarnya, Sabtu (28/6/2025).

KDM menekankan bahwa inisiatif pengumpulan dana dari ASN sepenuhnya bersifat sukarela dan bukan berasal dari anggaran negara atau hak orang lain.

Bagian pertama adalah janji pribadi dirinya yang telah ia penuhi secara langsung, sementara bagian kedua adalah inisiatif pengumpulan dana sukarela dari ASN yang diinisiasi melalui Sekretaris Daerah.

Apresiasi untuk Komitmen Integritas Persib

Langkah berani dan elegan yang ditunjukkan Persib Bandung ini langsung menuai apresiasi dari berbagai pihak.

Penolakan terhadap dana yang tidak transparan dianggap mencerminkan komitmen kuat klub terhadap tata kelola profesional dan nilai-nilai akuntabilitas, yang kini menjadi standar penting dalam dunia olahraga modern.

Persib Bandung tidak hanya menunjukkan kualitas di lapangan hijau, tetapi juga ketegasan dalam menjaga integritas di luar lapangan.

Transparansi dan akuntabilitas kini menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah baru sepak bola profesional di Indonesia. Sikap ini diharapkan dapat menjadi preseden positif bagi klub-klub lain dalam menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan kepercayaan publik.

Berita Terkait

Gol Cepat Mustafić Bawa Bali United Bungkam PSM Makassar 2-0
KONI Parepare Targetkan Lima Besar pada Porprov 2026, Kirim Kontingen Terbesar
​Komite Wasit Akui Salah Batalkan Penalti PSM Makassar Melawan Malut United
Basarnas berhasil melakukan evakuasi medis udara terhadap seorang pembalap Moto2
Thom Haye Tolak Jabat Tangan Pemain Lebanon Usai Laga, Ungkap Alasan Emosional
Tiga Tim Siap Hadang PSM Makassar di Bulan September
PSM Makassar Resmi Perkenalkan Jacques Medina Themopele
Stadion BJ Habibie Tetap Jadi Markas PSM Musim Kompetisi 2025.

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru