MAKASSAR – Komite Wasit resmi mengakui kekeliruan atas pembatalan penalti dalam laga PSM Makassar melawan Malut United. Melalui surat resmi, Komite Wasit menyatakan bahwa intervensi Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan tersebut tidak tepat dan merusak alur permainan.
Kritik Terhadap Penggunaan VAR
Komite Wasit menyoroti proses On-Field Review (OFR) yang membuat wasit mengambil keputusan keliru. Wasit dinilai terlalu terpaku pada tayangan gerak lambat (slow motion) sehingga mengaburkan konteks kecepatan serta intensitas benturan yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Para ahli teknis menegaskan bahwa keputusan awal wasit memberikan penalti kepada PSM Makassar sudah benar dan patut mendapatkan apresiasi. Intervensi VAR pada situasi tersebut dianggap tidak perlu karena tidak memenuhi kriteria kesalahan fatal yang jelas.
Permohonan Maaf dan Evaluasi
Komite Wasit menyampaikan penyesalan terbuka atas polemik yang timbul akibat kesalahan koordinasi antara wasit lapangan dan petugas VAR. “Kami mengakui intervensi VAR dalam situasi yang tidak jelas menimbulkan kekhawatiran, dan kami sangat menyesalkan kesalahan ini,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Sebagai langkah tindak lanjut, Komite Wasit berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh dan pembinaan rutin bagi para pengadil lapangan. Hal ini bertujuan agar implementasi Laws of the Game di masa depan lebih sesuai dengan semangat sportivitas dan tidak hanya terpaku pada teks aturan semata.
Konfirmasi Manajemen PSM
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, membenarkan perihal surat tersebut. Ia menyatakan bahwa dokumen yang beredar di publik identik dengan surat resmi yang diterima manajemen PSM dari Komite Wasit.










