PAREPARE — Ketua DPRD Kota Parepare, Kaharuddin Kadir, mendampingi kunjungan kerja Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI, Prof. Amien Suyitno, di Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (6/10/2025).
Kunjungan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan gratis di ponpes, peletakan batu pertama asrama santri, hingga penguatan kelembagaan madrasah
Kunjungan Dirjen Pendis Kemenag, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag, di Kota Parepare meliputi tiga agenda utama, yakni pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Pondok Pesantren DDI Ujung Lare, peletakan batu pertama pembangunan asrama santri di Ponpes Zubdatul Asrar NU, serta kegiatan penguatan kelembagaan madrasah yang dipusatkan di MAN 2 Parepare.
Turut hadir mendampingi, Kepala Kantor Kemenag Parepare Fitriadi, Rektor IAIN Parepare Prof. KH. Hannani, sejumlah pimpinan pondok pesantren, serta tokoh pendidikan Islam di daerah tersebut.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Santri
Agenda pertama digelar di Ponpes DDI Ujung Lare melalui program PKG yang merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya bagi masyarakat, secara khusus ditujukan untuk meningkatkan deteksi dini dan kesadaran hidup sehat.
Sekitar 200 santri menjalani pemeriksaan oleh tim medis dari UPTD Puskesmas Lakessi, mencakup pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, tinggi badan, kesehatan gigi, mata, dan telinga.
“Ini amanah langsung dari Bapak Presiden. Kami ingin setiap santri memiliki rekam medis sehingga dapat dimitigasi bila terjadi sesuatu,” ujar Prof. Amien Suyitno
Kegiatan dilanjutkan di Ponpes Zubdatul Asrar NU, yang sebelumnya mengalami kebakaran pada 23 Agustus 2025 dan menghanguskan tiga bangunan asrama santri. Dirjen Pendis, didampingi Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir dan Kepala Kemenag Fitriadi, melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali fasilitas tersebut.
Penguatan Kelembagaan Madrasah
Rangkaian kunjungan ditutup dengan kegiatan penguatan kelembagaan madrasah di MAN 2 Parepare, dihadiri ratusan guru madrasah. Dalam arahannya, Prof. Amien menekankan pentingnya nilai keikhlasan dan kecintaan terhadap profesi bagi para pendidik.
“Tanpa cinta, guru tidak akan tahan berada di madrasah atau pondok pesantren,” ujarnya.
Ketua DPRD Kaharuddin Kadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Pemkot Parepare dan DPRD telah mengalokasikan anggaran untuk program seragam sekolah gratis, termasuk bagi pelajar madrasah MI dan MTs.
“Program ini mencakup seluruh jenjang, termasuk madrasah. Kami pastikan ini menyentuh semua lapisan,” ucapnya yang disambut tepuk tangan para guru.
Kaharuddin juga mengapresiasi kedatangan Dirjen Pendis yang dinilai membawa semangat baru bagi pengembangan pendidikan Islam di Parepare.
“Ini berkah bagi dunia pendidikan Islam, khususnya bagi para guru madrasah di Parepare,” pungkasnya.










