DPRD Parepare Dorong Penguatan UMKM di Tengah Penyesuaian Anggaran 2026

- Redaksi

Selasa, 9 September 2025 - 19:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE — Ketua DPRD Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, M.Si, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan tidak stabil, termasuk bagi Pemerintah Kota Parepare. Ia menyebut dana transfer dari pemerintah pusat tahun depan bakal berkurang lebih dari Rp 200 miliar sehingga membuat APBD Parepare turun dari sekitar Rp 900 miliar menjadi hanya sekitar Rp 700 miliar. Hal itu disampaikan dalam program Obrolan Asyik (Obras), Sabtu (6/9/2025).

Menurut Kaharuddin, penurunan anggaran tersebut akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, daya beli masyarakat, hingga kemampuan pemerintah menjalankan program prioritas. “Pertumbuhan ekonomi pasti menurun, daya beli masyarakat pasti turun, pokoknya akan susah ke depannya,” ujar Kaharuddin.

Ia menekankan perlunya kreativitas kepala daerah untuk menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penopang ekonomi. “UMKM ini perlu karena di situlah andalan pemerintah sebenarnya. UMKM kita harus digerakkan,” katanya.

Kaharuddin juga menyinggung diskusinya bersama Wali Kota Parepare sebelumnya, Taufan Pawe, terkait kebijakan penertiban pedagang kaki lima di trotoar. Ia menilai bahwa dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, pemerintah perlu mengambil keputusan yang lebih bijak dan berorientasi pada kemanusiaan. DPRD, kata dia, telah menyarankan agar penertiban dilakukan secara persuasif dengan tetap menjaga kebersihan dan ketertiban.

“Kita mau bagaimana UMKM ini bisa lebih berkembang, apalagi visi misi Wali Kota juga mengarah ke sana. Itu yang kita dorong,” jelasnya.

Kaharuddin menegaskan bahwa penurunan dana transfer pusat bukan hal baru. Tahun ini, kata dia, Parepare sudah mengalami pengurangan sekitar Rp 27 miliar, dan pada 2026 diperkirakan turun jauh lebih besar, yakni sekitar Rp 200 miliar.

 

Berita Terkait

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Legislator PKS Sappe Desak Dinsos Verifikasi Faktual Data Desil
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Taufan Pawe Serahkan Bantuan Penanganan Abrasi di Cappa Gusung Bulukumba
Respons Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN, Taufan Pawe: Bukti Nyata Komitmen Ibu Kota Politik 2028
Skenario Aklamasi Musda Golkar Sulsel Terancam Buyar Usai Rahman Pina Temui Bahlil

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru