Menkeu Ingatkan Pemda Tak Menumpuk Dana APBD, Dorong Belanja Daerah untuk Pacu Ekonomi

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 12:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Rilis.News – Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional, Senin (20/10/2025).

Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya percepatan realisasi belanja daerah agar dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak mengendap di kas pemerintah daerah.

Purbaya menegaskan, pemerintah daerah perlu mempercepat belanja agar pertumbuhan ekonomi di daerah tidak terhambat.

“Kalau ada dana APBD, segera dibelanjakan sesuai desain anggarannya. Jangan menumpuk uang di kas daerah,” ujarnya.

Ia mencontohkan, masih ada sejumlah daerah dengan dana mengendap hingga triliunan rupiah pada akhir tahun, seperti Kabupaten Bojonegoro yang tercatat memiliki sisa anggaran lebih dari Rp3 triliun.

“Kalau uang tidak dipakai, pertumbuhan ekonomi di daerah akan melambat,” tegasnya.

Dalam paparannya, Purbaya menjelaskan bahwa perekonomian nasional tetap stabil dengan pertumbuhan 5,12 persen pada kuartal II tahun 2025. Inflasi terkendali di level 2,65 persen—terendah di antara negara G20—dan defisit APBN tercatat aman di 1,56 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Disiplin fiskal kita tetap kuat, namun masih ada ruang untuk mendorong ekonomi bila diperlukan,” kata Purbaya.

Ia menambahkan, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 64 bulan berturut-turut, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 8,47 persen—terendah sejak krisis 1998.

Menkeu menilai peran pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar manfaatnya dirasakan hingga ke tingkat bawah. Ia juga mendorong pemda untuk memperkuat investasi di sektor produktif dan sumber daya manusia, bukan hanya mengandalkan pendapatan dari komoditas.

“Kalau punya dana besar, jangan dianggurkan. Gunakan untuk investasi jangka panjang dan pengembangan industri di daerah,” ujar Purbaya.

Ia mencontohkan Sulawesi yang berhasil tumbuh stabil di atas 7 persen berkat hilirisasi industri, serta daerah lain seperti Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara yang mulai bangkit melalui industri pengolahan dan pariwisata.

Purbaya juga menyoroti dominasi Pulau Jawa yang masih menyumbang 56,9 persen terhadap perekonomian nasional. Ia meminta agar daerah-daerah lain terus memperkuat potensi ekonominya agar pertumbuhan tidak terpusat di Jawa.

“Perlu ada upaya mempercepat pertumbuhan di luar Jawa agar perekonomian lebih merata. Daerah yang memiliki potensi besar harus didorong tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

Menutup paparannya, Purbaya mengingatkan seluruh kepala daerah agar memperhatikan risiko ekonomi global dan domestik dengan menjaga kecepatan, ketepatan, serta produktivitas belanja daerah.

“Uang daerah harus menjadi alat pemulih ekonomi, bukan disimpan tanpa manfaat. Pemerintah daerah berperan besar dalam menjaga momentum pertumbuhan nasional,” tegasnya.

Berita Terkait

Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan
Menkeu Ancam Kembalikan Sistem Bea Cukai ke Era Orba jika Kinerja Tak Membaik
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Julfi Hadi Mengundurkan Diri
Bupati Sinjai Buka Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah dan Sampah Organik
Danantara Pastikan Aturan Baru Tantiem Direksi dan Komisaris BUMN Sudah Berlaku
Kemendag sita 19.391 bal CAKAR di Jabar
Kemendagri Minta Bulog Segera Gelontorkan Beras SPHP, Ada Ancaman Kerugian Negara

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru