PAREPARE, rilis.news — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare menyoroti kualitas bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare, ditemukan banyak seragam yang rusak serta tidak sesuai ukuran.
RDP tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Parepare, Satria Parman Agoes Mante, dan berlangsung di ruang Komisi II DPRD, Rabu (27/8/2025). Pertemuan itu juga dihadiri oleh pihak penyedia seragam, guna menanggapi keluhan masyarakat.
Banyak Aduan dari Orangtua Siswa
Menurut Parman, keluhan terkait seragam sekolah gratis yang rusak maupun kebesaran banyak disampaikan masyarakat melalui media sosial. Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti Komisi II dengan memanggil pihak terkait untuk dimintai pertanggungjawaban.
“Banyak riak-riak di lapangan, baik dari ukuran yang tidak cocok. Setelah kami konfirmasi, pihak penyedia memastikan seragam yang tidak sesuai ini bisa ditukar,” kata Parman, dikutip dari keterangannya seusai rapat.
DPRD Akan Kawal Penukaran Seragam
Lebih lanjut, Parman menegaskan bahwa Komisi II DPRD Parepare akan terus mengawal proses penukaran seragam sekolah gratis tersebut. Ia berharap seluruh siswa bisa segera mendapatkan seragam yang layak dan sesuai ukuran.
“DPRD Parepare akan mengawal hingga semua seragam ditukar sesuai kebutuhan siswa. Harapan kami, kejadian seperti ini tidak terulang dan kualitas bantuan ke masyarakat semakin ditingkatkan,” ujar Parman.










