Dewan Soroti Banjir di Parepare, Drainase Dinilai Tak Sesuai Site Plan

- Redaksi

Kamis, 9 Januari 2025 - 17:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parepare – Komisi III DPRD Kota Parepare turun langsung meninjau titik-titik rawan banjir, termasuk kawasan Lumpue, Senin (6/1). Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua I DPRD Parepare, Suyuti (NasDem), bersama Ketua Komisi III, Hamran Hamdani (Golkar), dan diikuti sejumlah anggota.

Usai meninjau lapangan, Sekretaris Komisi III, Hasyib Hasyim dari Fraksi PKB, menyoroti buruknya sistem drainase kota sebagai penyebab utama genangan air yang sering terjadi.

“Sebelum membangun drainase, seharusnya dirancang dulu site plan-nya. Kita harus tahu air akan dialirkan ke mana, termasuk memperhitungkan ketinggian saluran dibanding rumah warga,” ujar Hasyib.

Menurutnya, banyak saluran air di Parepare yang sudah tidak berfungsi optimal akibat pendangkalan dan sedimentasi. Beberapa drainase bahkan lebih tinggi dari permukiman, sehingga air justru masuk ke rumah warga saat hujan turun.

“Di Lumpue, salurannya bukan hanya lebih tinggi dari rumah, tapi juga tertutup plat beton, ini menyulitkan air mengalir lancar,” tambahnya.

Selain itu, Hasyib juga menyoroti limpahan air dari kawasan pegunungan yang memperparah kondisi banjir di pemukiman sekitar.

“Perlu drainase khusus yang langsung mengalirkan air dari gunung ke laut. Kalau tidak, warga akan terus jadi korban saat musim hujan,” ujarnya.

Ia mendorong kolaborasi lintas instansi untuk segera melakukan pengerukan sedimentasi secara berkala di seluruh saluran air kota. Selama ini, kata dia, belum pernah ada penggalian ulang drainase secara serius, padahal pendangkalan terus terjadi.

Beberapa titik rawan yang disebut mengalami genangan parah saat hujan deras antara lain Jalan Lahalede, kawasan bawah Ablam, dan Jalan Muhammadiyah.

Berita Terkait

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak
Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?
OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan
Berdiri di Ujung Utara Indonesia, Presiden Prabowo Pastikan Kehadiran Negara Hingga Titik Terdepan

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:55 WITA

Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:58 WITA

OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:48 WITA

Berdiri di Ujung Utara Indonesia, Presiden Prabowo Pastikan Kehadiran Negara Hingga Titik Terdepan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:04 WITA

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Berita Terbaru