JAKARTA, rilis.news – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik nasional sebesar 4,4 gigawatt (GW) pada semester I tahun 2025. Dengan tambahan ini, total kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia kini mencapai 105 GW.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak dalam mempercepat operasional pembangkit listrik di Tanah Air,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Bahlil menekankan bahwa dari total penambahan kapasitas tersebut, sebanyak 876,5 megawatt (MW) berasal dari pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT). Angka ini menunjukkan peningkatan 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Beberapa proyek EBT yang mulai beroperasi antara lain:
– PLTP Lumut Balai, Ijen, dan Gunung Salak (105,2 MW)
– PLTA Merangin (492 MW)
– PLTS di berbagai daerah (233,3 MW)
– PLTBm (37,8 MW) dan PLTM (8,2 MW)
“Dengan tambahan ini, porsi EBT dalam bauran energi nasional kini mencapai 14,5 persen. Kami terus mendorong percepatan proyek-proyek EBT untuk mencapai target 23 persen pada 2025,” ujar Bahlil.
Meski mencatatkan pertumbuhan positif, Bahlil mengakui masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi, terutama dalam hal investasi dan regulasi.
“Kami sedang menyiapkan sejumlah insentif untuk menarik lebih banyak investor di sektor EBT. Selain itu, penyederhanaan perizinan juga menjadi prioritas kami,” jelasnya.
Pencapaian ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan bahwa langkah Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Bahlil patut diapresiasi.
“Peningkatan kapasitas EBT sebesar 15 persen dalam enam bulan adalah pencapaian yang signifikan. Namun, perlu upaya lebih besar lagi untuk mengejar target 23 persen,” kata Fabby saat dihubungi *Kompas.com*.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan perusahaan untuk mendukung program pemerintah dalam transisi energi.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pembangkit EBT dan memastikan keandalan pasokan listrik nasional,” ujar Darmawan.
Bahlil dikenal sebagai menteri yang kerap turun langsung ke lapangan untuk memantau proyek-proyek strategis. Beberapa waktu lalu, ia mengunjungi PLTP Lumut Balai untuk memastikan proyek tersebut beroperasi tepat waktu.
“Kehadiran saya di lapangan adalah untuk memastikan tidak ada hambatan dalam pelaksanaan proyek. Kami ingin semua berjalan sesuai rencana,” tegas Bahlil.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, pemerintah optimistis dapat mencapai target bauran EBT sebesar 23 persen pada akhir tahun 2025.










