BANDUNG – Klub sepak bola kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung, kembali mencuri perhatian publik dengan sikap tegasnya menolak bonus atau “kadeudeuh” senilai Rp 356 juta yang digalang dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penolakan ini bukan tanpa alasan, manajemen Persib secara konsisten menegaskan pentingnya transparansi asal-usul dana, sebuah langkah yang disebut-sebut sebagai upaya menjaga integritas klub di tengah sorotan publik.
Keputusan berani ini diharapkan dapat menjadi contoh tata kelola yang baik dalam dunia sepak bola profesional Indonesia.
Bonus yang mulanya dijanjikan sebesar Rp 1 miliar ini menuai polemik setelah jumlah yang terkumpul jauh di bawah target dan tanpa rincian donatur yang jelas.
Menanggapi situasi ini, manajemen Persib Bandung dengan tegas menyatakan, “Kami memilih tidak menerima dana tersebut jika tidak disertai rincian jelas mengenai siapa yang memberi dan berapa jumlahnya.”
Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen mereka untuk konsisten menolak tawaran serupa di kemudian hari jika transparansi tidak terpenuhi.
Gubernur Jabar Angkat Bicara: Bukan Dana Negara, Bersifat Sukarela
Menyusul penolakan Persib, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan klarifikasi terkait inisiatif bonus tersebut.
KDM menjelaskan, pemberian bonus kepada Persib terdiri dari dua bagian.
“Saya memang targetkan Rp 1 miliar, tetapi sejak awal saya sampaikan kalau tidak mampu ya jangan dipaksakan,” ujarnya, Sabtu (28/6/2025).
KDM menekankan bahwa inisiatif pengumpulan dana dari ASN sepenuhnya bersifat sukarela dan bukan berasal dari anggaran negara atau hak orang lain.
Bagian pertama adalah janji pribadi dirinya yang telah ia penuhi secara langsung, sementara bagian kedua adalah inisiatif pengumpulan dana sukarela dari ASN yang diinisiasi melalui Sekretaris Daerah.
Apresiasi untuk Komitmen Integritas Persib
Langkah berani dan elegan yang ditunjukkan Persib Bandung ini langsung menuai apresiasi dari berbagai pihak.
Penolakan terhadap dana yang tidak transparan dianggap mencerminkan komitmen kuat klub terhadap tata kelola profesional dan nilai-nilai akuntabilitas, yang kini menjadi standar penting dalam dunia olahraga modern.
Persib Bandung tidak hanya menunjukkan kualitas di lapangan hijau, tetapi juga ketegasan dalam menjaga integritas di luar lapangan.
Transparansi dan akuntabilitas kini menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah baru sepak bola profesional di Indonesia. Sikap ini diharapkan dapat menjadi preseden positif bagi klub-klub lain dalam menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan kepercayaan publik.










