Tim Gabungan Pasang Perangkap Buaya di Perairan Pantai Cempae Kota Parepare.

- Redaksi

Kamis, 24 Oktober 2024 - 03:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE, – Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Brimob Kota Parepare, beserta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan (Sulsel) memasang perangkap buaya di perairan Pantai Cempae, Kota Parepare, Rabu, 23 Oktober 2024.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak tim gabungan memasang perangkap berbahan besi di pinggir Pantai Cempae Parepare. Tim juga terlihat memasang umpan berupa ayam hidup.

Plt Kepala BPBD Parepare Burhanuddin mengatakan, perangkap tersebut dibuat oleh BPBD Parepare bekerja sama Damkar Parepare dan tim SAR Brimob Batalyon B Pelopor Polda Sulsel untuk mengevakuasi buaya tersebut.

“Salah satu usaha kita adalah membuat perangkat. Ini sesuai dengan arahan BBKSDA untuk memindahkan buaya tersebut,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, ada satu ekor buaya yang muncul di perairan Pantai Cempae.

“Karena, di tempat ini (perairan Pantai Cempae) ada banyak aktivitas dari nelayan. Ini membuat masyarakat tidak tenang dengan munculnya buaya. Inilah usaha kita, bagaimana masyarakat bisa tenang dan meras aman,” jelasnya.

Sementara, Penyuluh Kehutanan BBKSDA Sulsel Muhammad Taufan
mengungkapkan evakuasi buaya ini merupakan inisiatif oleh BPBD Parepare berkoloni dengan Damkar, Tim SAR Brimob dan BBKSDA.

“Pemasangan perangkat ini, agar supaya buaya yang sering terlihat ini bisa tertangkap dulu. Kemudian, nantinya akan dievakuasi atau di kembalikan ke habitatnya. Kalau babitat yang terdekat itu ada dua, Salo Karajae dan Bili-bili,” ucapnya.

Dia menyampaikan, buaya tersebut sudah terpantau dari beberapa tahun ini. Sebab kata dia, ada beberapa titik kemunculan buaya, di antaranya di perairan Pantai Cempae, Lumpue, Bili-Bili dan Salo Karajae.

“Buaya muara itu pasti bermain di pinggir pantai atau sungai. Itu memang habitatnya, kemunculan buaya adalah hal yang biasa. Tapi tentunya, keamanan bagi masyarakat paling penting dari segalanya,” tandasnya.(*)

Berita Terkait

OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan
Berdiri di Ujung Utara Indonesia, Presiden Prabowo Pastikan Kehadiran Negara Hingga Titik Terdepan
Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan
Suwardi Thahir Jadi Pendaftar Pertama Bakal Calon Ketua PWI Sulsel
Perangi Barang Terlarang, Lapas Parepare Gandeng TNI-Polri Gelar Sidak Gabungan
Reformasi Polri: Penanganan Demonstrasi Kini Diusulkan Berbasis Pelayanan, Bukan Pengamanan
BNI Perkuat Sinergi dengan Mario Bakti Group, Dukung Pengembangan Perumahan dan Ekspansi Bisnis
OJK Batasi Waktu Penagihan Utang Hingga Pukul 20.00 dan Larang Intimidasi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:58 WITA

OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:48 WITA

Berdiri di Ujung Utara Indonesia, Presiden Prabowo Pastikan Kehadiran Negara Hingga Titik Terdepan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:04 WITA

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:49 WITA

Suwardi Thahir Jadi Pendaftar Pertama Bakal Calon Ketua PWI Sulsel

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:16 WITA

Perangi Barang Terlarang, Lapas Parepare Gandeng TNI-Polri Gelar Sidak Gabungan

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:58 WITA

BNI Perkuat Sinergi dengan Mario Bakti Group, Dukung Pengembangan Perumahan dan Ekspansi Bisnis

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:18 WITA

OJK Batasi Waktu Penagihan Utang Hingga Pukul 20.00 dan Larang Intimidasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:20 WITA

Prabowo Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden dan Perkuat Kewenangan Kompolnas

Berita Terbaru

Ekonomi

OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:58 WITA