​Mendagri Beri Peringatan Keras: Setop Rekrut Honorer Baru untuk ‘Tim Sukses’

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk segera menghentikan praktik rekrutmen tenaga honorer baru.

Tito menyoroti fenomena klasik “balas budi” politik pasca-Pilkada, di mana posisi di pemerintahan daerah kerap dijadikan wadah untuk menampung mantan tim sukses (timses) yang minim kompetensi.

​Pernyataan keras tersebut disampaikan Tito usai menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Menurutnya, jika praktik nepotisme ini terus dibiarkan, keuangan daerah terancam lumpuh.

​Tiga Dampak Buruk Honorer “Titipan” bagi Daerah
​Tito menjelaskan bahwa rekrutmen tanpa seleksi keahlian yang ketat—khususnya di sektor administrasi—hanya akan menciptakan masalah sistemik yang berkepanjangan.

Berikut adalah tiga dampak utama yang disoroti Mendagri:
​Kelumpuhan Fiskal: Membengkaknya jumlah pegawai secara tidak terkendali otomatis menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya untuk membayar gaji, bukan untuk pembangunan.

​Penurunan Kualitas Birokrasi: Menempatkan orang-orang tanpa skill mumpuni di sektor administrasi membuat pelayanan publik menjadi tidak efisien.
​Bom Waktu Keuangan:

Berdasarkan pola yang sudah terjadi, tenaga honorer titipan ini lambat laun akan menuntut untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

​Mendagri mengingatkan agar para pemimpin daerah tidak meninggalkan warisan masalah bagi penerus mereka nantinya.

​”Kami minta kepala daerah untuk tidak usah menarik tenaga honorer lagi, apalagi yang (bagian) administrasi, yang bukan skill. Karena nanti mereka menjadi beban bagi kepala daerah berikutnya, belanja pegawai bertambah,” ujar Tito dengan nada tegas.

​Langkah preventif ini diharapkan dapat menghentikan lingkaran setan politik balas budi sekaligus menyelamatkan kesehatan fiskal di berbagai daerah di Indonesia.

Berita Terkait

Presiden Prabowo Lantik Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
Kantah Sinjai Pamit, Bupati Apresiasi Suksesnya Program Sertifikasi Lahan
​Mengenal ‘Flat Foot’, Kondisi Medis yang Ganjal Siswi ‘Top 3’ Sulsel Lolos Paskibraka Nasional
Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Parepare Gandeng Brimob dan Polres Gelar Sidak Gabungan
Lapas Parepare Raih Peringkat Pertama IKPA 2025 dengan Nilai Sempurna
OPINI : Menghapus Ego Sektoral: Mengapa Pokir DPRD Parepare Tak Boleh Sekadar Jadi ‘Ajang Permakluman’
Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:37 WITA

​Mendagri Beri Peringatan Keras: Setop Rekrut Honorer Baru untuk ‘Tim Sukses’

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:28 WITA

Kantah Sinjai Pamit, Bupati Apresiasi Suksesnya Program Sertifikasi Lahan

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:20 WITA

​Mengenal ‘Flat Foot’, Kondisi Medis yang Ganjal Siswi ‘Top 3’ Sulsel Lolos Paskibraka Nasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:30 WITA

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Parepare Gandeng Brimob dan Polres Gelar Sidak Gabungan

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:08 WITA

OPINI : Menghapus Ego Sektoral: Mengapa Pokir DPRD Parepare Tak Boleh Sekadar Jadi ‘Ajang Permakluman’

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Berita Terbaru