Sanaa, Yaman – Serangan udara militer Israel pada Selasa (6/5) menghantam Bandara Internasional Sanaa, menyebabkan kerusakan parah, menewaskan sedikitnya tiga orang, dan melukai 39 lainnya. Salah satu yang menjadi sasaran adalah pesawat komersial yang dijadwalkan membawa sekitar 300 jemaah haji asal Yaman menuju Tanah Suci.
Data penerbangan menunjukkan bahwa pesawat yang dihantam adalah Airbus A320-233 milik Yemenia Airways.
Pesawat tersebut baru saja tiba dari ibu kota Yordania, Amman, dan mendarat di Sanaa sekitar pukul 09.10 waktu setempat. Informasi dari Flightradar24 yang dikutip Al Jazeera mengungkapkan bahwa pesawat ini dijadwalkan berangkat ke Jeddah, Arab Saudi, untuk mengangkut para jemaah haji.
Pada Jumat sebelumnya, pihak Bandara Sanaa telah mengumumkan rencana pengoperasian dua penerbangan per hari ke Jeddah selama sembilan hari berturut-turut sebagai bagian dari program pemberangkatan haji tahun ini.
Serangan tersebut menghancurkan landasan pacu, terminal, dan beberapa infrastruktur penting lainnya, termasuk enam pesawat yang salah satunya adalah pesawat pengangkut calon jemaah haji. Direktur Bandara Sanaa, Khaled Al-Shaif, menyebut kerugian awal diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS.
Kelompok Houthi yang menguasai wilayah Sanaa mengklaim serangan ini sebagai respons atas rudal










