DPRD Parepare Kritik Studi Tiru 27 Kepsek SD ke Madiun, Dianggap Boros Anggaran di Masa Efisiensi

- Redaksi

Jumat, 9 Mei 2025 - 13:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE, rilis.news – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare melontarkan kritik keras terhadap keberangkatan 27 Kepala Sekolah (Kepsek) SD untuk melakukan studi tiru Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) di Madiun, Jawa Timur (Jatim). Langkah ini disoroti karena dinilai memboroskan anggaran daerah, mengingat kunjungan dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan seharusnya bisa dilaksanakan di lokasi yang lebih dekat di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Wakil Ketua DPRD Persoalkan Lokasi dan Biaya Kunjungan

​Wakil Ketua DPRD Parepare, M Yusuf Lapanna, menyatakan keberatan atas keputusan memilih lokasi studi tiru yang jauh. Menurutnya, tujuan mencontoh pembelajaran berbasis Google dapat dicapai di wilayah yang lebih mudah dijangkau, termasuk beberapa sekolah rujukan Google yang ada di Sulsel.

​“Saya pikir kalau sekadar mencontoh pembelajaran Google, bisa juga kan di daerah yang dijangkau. Kan kalau jauh bisa menggunakan anggaran besar,” ungkap Yusuf Lapanna, dikutip dari pemberitaan detikSulsel, Kamis (8/5/2025).

​Ia menegaskan, studi tiru yang seharusnya dilakukan di Sulsel saja tidak perlu menghabiskan biaya besar. “Seharusnya di Sulsel saja. Tidak usah jauh-jauh studi tirunya. Karena kan saat ini kita sedang dalam keadaan efisiensi anggaran,” sesalnya.

Relevansi Kehadiran di Karnaval Apeksi Dipertanyakan

​Selain masalah anggaran, DPRD juga mempertanyakan relevansi kehadiran para Kepsek SD tersebut dalam kegiatan Karnaval Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Surabaya, yang dikunjungi setelah studi tiru di Madiun. Yusuf Lapanna menilai kegiatan karnaval tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan kepentingan peningkatan kualitas pendidikan dasar.

​“Tidak ada kaitannya itu kepala sekolah pergi ke Apeksi,” ujarnya.

DPRD Akan Panggil Seluruh Kepala Sekolah

​Menanggapi polemik ini, Komisi 2 DPRD Parepare mengagendakan pemanggilan terhadap seluruh Kepala Sekolah SD yang berangkat ke Madiun. Anggota Komisi 2, Sappe, menyebut pemanggilan itu bertujuan mengklarifikasi berbagai aspek kunjungan.

​“Saya sudah ajukan ke Komisi 2 untuk menjadwalkan memanggil semua yang jalan ke sana (Madiun). Dan ada beberapa hal yang perlu dipertanyakan. Mulai dari izin, pembiayaan, tentunya dalam rangka apa,” kata Sappe.

​Kunjungan studi tiru ini telah dikonfirmasi oleh Kadis Dikbud Parepare, Makmur. Ia membenarkan bahwa 27 Kepsek tersebut mengunjungi SD 1 Taman dan SMP 1 Madiun selama dua hari untuk mempelajari Google for Education dan proses menjadi KSRG, serta dilanjutkan dengan menghadiri Karnaval Apeksi di Surabaya.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru