Evaluasi Akhir Tahun Komisi II DPR RI: Taufan Pawe Sorot Masa Depan Kepemiluan

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, – ​Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe dari Fraksi Partai Golkar, yang juga menjabat sebagai Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, memberikan sejumlah catatan strategis rapat kerja Komisi II untuk membahas evaluasi dan proyeksi program kerja kementerian/lembaga 2025 yang digelar pada Selasa (25/11/2025).

​Taufan Pawe menyoroti progres kinerja Kementerian ATR/BPN, yang menjadi salah satu mitra kerja utama Komisi II.

​”Kalau saya melihat bahwa progres kinerja mereka, apalagi secara khusus Kementerian ATR/BPN, itu capaiannya sudah 98 persen,” ujar Taufan Pawe.

Ia menambahkan keyakinan bahwa Kementerian tersebut akan mampu mencapai target 100 persen.

Ia pun menambahkan Kementerian ATR/BPN kerap menjadi sorotan publik akibat berbagai permasalahan agraria, Taufan Pawe optimistis.

“Tapi saya berkeyakinan di bawah kepemimpinan Kementerian ATR/BPN, Pak Nusron Wahid, dia akan mampu menjaga marwah institusi Kementerian ATR/BPN,” tegas mantan Wali Kota Parepare dua periode ini.

​Catatan Kritis untuk Penyelenggara Pemilu

​Terkait kinerja penyelenggara pemilu—KPU dan Bawaslu—Komisi II menilai pemaparan mereka secara umum cukup memuaskan.

Namun, Taufan menekankan pentingnya sejumlah catatan untuk pembenahan menuju tahun 2026. ​Catatan tersebut berfokus pada persiapan penyelenggara dalam “menyongsong paradigma kepemiluan ke depan.”

Menurutnya, banyaknya permasalahan yang muncul selama Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 harus dijadikan pelajaran berharga.

​”Saya optimis, kalau kita melihat teman-teman dari Komisi II memberikan dukungan, melakukan pendalaman, dan mengkritisi apa yang telah dilakukan mitra kerja kami, maka saya berpendapat bahwa tahun 2026 ini adalah tahun yang menjanjikan, untuk kinerja-kinerja para mitra kami,” jelasnya.

​Efisiensi Anggaran Bukan Alasan Menurunkan Kinerja

​Menanggapi isu efisiensi anggaran yang berlanjut pada tahun 2026, Politisi senior Partai Golkar ini mengingatkan kementerian dan lembaga agar tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak bekerja secara optimal.

​”Memang seperti itu faktanya, tetapi menurut saya kementerian dan lembaga ini bukan menjadikan alasan itu untuk tidak bekerja secara optimal tahun 2026,” ujar Taufan.

​Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto berupaya mencegah pemborosan anggaran. Efisiensi, menurutnya, harus dimaknai sebagai upaya agar sistem kinerja program tetap berjalan tanpa terganggu.

Hal ini menuntut adanya fungsi manajerial yang baik dari kementerian dan lembaga dalam menjalankan program serta kegiatan.

​Meskipun terbilang masih terlalu dini, Komisi II telah memiliki gambaran konkret untuk melakukan pembenahan sistem kepemiluan menuju Pemilu 2029.

​”Gambaran konkret begitu amburadulnya penyelenggaraan pemilu dan pemilihan tahun 2024… itu menjadi pelajaran dan catatan khusus bagi Komisi II untuk dilakukan pembenahan ke depan,” ungkapnya.

​Fokus utama pembenahan adalah memastikan sistem kepemiluan di masa depan betul-betul demokratis dan mampu memperlihatkan kinerja maksimal dari penyelenggara. Hal ini termasuk upaya pengoptimalan rekrutmen di KPU, Bawaslu, dan DKPP.

​Taufan Pawe juga menekankan bahwa kunci menuju sistem kepemiluan yang ideal adalah sosialisasi yang maksimal di tengah masyarakat.

“Tidak ada pilihan lain yang harus dilakukan sosialisasi yang maksimal di masyarakat agar supaya masyarakat bisa memahami seperti apa sistem kepemiluan yang ideal,” pungkasnya.

​Komisi II DPR RI berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan monitoring terhadap mitra kerja, memastikan bahwa efisiensi anggaran tidak menghambat pelayanan publik terbaik, dan berupaya menciptakan perubahan regulasi yang lebih baik menjelang Pemilu 2029.

Berita Terkait

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Legislator PKS Sappe Desak Dinsos Verifikasi Faktual Data Desil
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Taufan Pawe Serahkan Bantuan Penanganan Abrasi di Cappa Gusung Bulukumba
Respons Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN, Taufan Pawe: Bukti Nyata Komitmen Ibu Kota Politik 2028
Skenario Aklamasi Musda Golkar Sulsel Terancam Buyar Usai Rahman Pina Temui Bahlil

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:20 WITA

​Mengenal ‘Flat Foot’, Kondisi Medis yang Ganjal Siswi ‘Top 3’ Sulsel Lolos Paskibraka Nasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:30 WITA

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Parepare Gandeng Brimob dan Polres Gelar Sidak Gabungan

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:39 WITA

Lapas Parepare Raih Peringkat Pertama IKPA 2025 dengan Nilai Sempurna

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:08 WITA

OPINI : Menghapus Ego Sektoral: Mengapa Pokir DPRD Parepare Tak Boleh Sekadar Jadi ‘Ajang Permakluman’

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:40 WITA

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Legislator PKS Sappe Desak Dinsos Verifikasi Faktual Data Desil

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Berita Terbaru