Ratnawati Pimpin Upacara Hari Santri, Tekankan Peran Santri di Era Digital

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Sinjai Soroti Satu Dekade Kontribusi Pesantren

SINJAIPemerintah Kabupaten Sinjai menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 pada Rabu (22/10/2025) di Alun-Alun Sinjai Bersatu, yang dipimpin langsung oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif. Acara tersebut mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” sekaligus menandai satu dekade penetapan HSN sejak tahun 2015. Inti dari peringatan ini adalah penekanan terhadap peran krusial pesantren dan santri dalam mengisi kemerdekaan serta tantangan untuk merangkul inovasi zaman, khususnya dunia digital, yang harus dijadikan ladang dakwah baru.

​Peran Santri dalam Satu Dekade

​Dalam sambutan seragam Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan oleh Bupati Hj. Ratnawati Arif, disampaikan bahwa peringatan HSN 2025 merupakan momentum istimewa. “Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam rentang waktu tersebut, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan para santri dalam berbagai bidang kehidupan,” ujar Ratnawati mengutip sambutan Menteri Agama.

​Lebih lanjut, Hari Santri ditekankan sebagai momen kebangkitan santri Indonesia di era modern. Santri masa kini dituntut tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia. Bupati Sinjai secara tegas menggarisbawahi perlunya adaptasi, “Dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri.”

​Pesan Sentral: Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya

​Pesan utama Menteri Agama yang disampaikan di hadapan para santri di Sinjai menekankan pentingnya menjadi insan yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Santri diminta untuk tetap merawat tradisi pesantren namun juga mampu merangkul inovasi zaman.

​”Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja, hingga ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” tandasnya.

​Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menutup sambutan tersebut dengan kutipan inspiratif, “Barangsiapa yang menanam ilmu, maka ia menanam masa depan.” Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat perjuangan dan keislaman yang damai dan berkeadaban.

​”Mari kita terus berjuang bersama untuk mengawal Indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban. Selamat Hari Santri 2025,” tutup Ratnawati.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru