Semangka Tanpa Biji Berhasil Dikembangkan di Sinjai, Bupati Hadiri Panen Perdana

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinjai, – Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berhasil mengembangkan budidaya semangka tanpa biji yang kini memasuki masa panen perdana. Keberhasilan ini diresmikan langsung oleh Bupati Sinjai Hj. Andi Ratnawati Arif didampingi Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda di Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Selasa (12/8/2025).  

Hasil panen perdana ini langsung dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan potensi ekonomi yang menjanjikan bagi petani setempat.  

Kepala Desa Kalobba, Taufiq, menjelaskan bahwa semangka tanpa biji dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, antara lain permintaan pasar yang tinggi, masa tanam singkat (65 hari), dan kemampuan berproduksi secara berulang.  

“Dengan luas lahan 7 hektare dan sekitar 10.000 pohon, nilai ekonomi hasil panen kali ini diperkirakan mencapai Rp500 juta,” ujar Taufiq.  

Program ini merupakan hasil kerja sama BUMDes Sejahtera Kalobba dengan mitra usaha melalui kontrak tiga tahun, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis desa.  

Bupati Ratnawati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan inovasi pertanian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan Desa Kalobba merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah, BUMDes, kelompok tani, dan pelaku usaha.  

“Semangka tanpa biji ini bukan hanya unggulan baru Sinjai, tapi juga bukti bahwa petani kita mampu berinovasi dan bersaing di pasar,” ujar Ratnawati.  

Ia menambahkan, keberhasilan ini harus menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jaringan pemasaran.  

Bupati berkomitmen untuk mendukung pengembangan lebih lanjut komoditas ini, termasuk melalui pendampingan teknis dan akses permodalan.  

“Kami akan terus mendorong inovasi pertanian seperti ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah,” tegasnya.  

Acara panen perdana ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, pengurus BUMDes, kelompok tani, mitra usaha, serta warga setempat.  

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru