Maros, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Sulawesi Selatan, mencatat penurunan angka stunting sebesar 12 persen. Prevalensi stunting di Maros turun dari 34,7 persen menjadi 24,4 persen per Agustus 2025.
Wakil Bupati Maros sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Andi Muetazim Mansur, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor dan dukungan aktif masyarakat.
“Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, keberhasilan ini berkat kolaborasi TPPS Kabupaten Maros dan peran masyarakat,” ujar Andi Muetazim di Maros, Minggu (7/9/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Muhammad Yunus, menambahkan, pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus bergerak di tengah masyarakat. Menurutnya, peran kader BKKBN dalam sosialisasi gizi keluarga juga sangat membantu.
Hal senada disampaikan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maros, Zulkifli Riswan Akbar. Ia menekankan pentingnya edukasi masyarakat dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
“Partisipasi masyarakat sangat penting agar program percepatan penurunan stunting dapat terwujud,” kata Zulkifli.
Pemkab Maros menargetkan angka stunting bisa terus ditekan hingga berada di bawah rata-rata nasional yang saat ini berada di angka 19,8 persen.










