F-16 Israel kembali menggempur wilayah Gaza, kali ini menarget langsung kamar Direktur Rumah Sakit Indonesia, salah satu fasilitas kesehatan yang selama ini dikenal aktif merawat korban konflik. Serangan udara itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer yang memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Saksi mata melaporkan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Rudal militer Israel menghantam salah satu sisi bangunan rumah sakit yang diketahui digunakan sebagai ruang istirahat pimpinan RS. Tidak lama setelah ledakan, tim penyelamat dan paramedis bergegas mengevakuasi pasien dan staf medis.
“Ledakannya sangat besar. Banyak jendela pecah. Beberapa alat medis juga rusak,” ujar seorang relawan medis yang enggan disebut namanya karena alasan keamanan.
Meski sang direktur selamat, beberapa staf rumah sakit dikabarkan mengalami luka ringan. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerusakan struktural rumah sakit cukup signifikan.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan keprihatinan dan kecaman keras atas serangan ini. Dalam siaran pers resminya, Kemlu menyebut bahwa Israel telah melanggar prinsip dasar hukum humaniter internasional yang melindungi fasilitas kesehatan, terutama di zona konflik.
“Indonesia menuntut pertanggungjawaban atas serangan ini. Rumah Sakit Indonesia di Gaza adalah simbol solidaritas kemanusiaan. Menyerangnya adalah bentuk pelanggaran berat,” tulis pernyataan Kemlu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel. Namun serangan ini kembali menambah panjang daftar agresi terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas kemanusiaan di Jalur Gaza.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun hasil gotong royong masyarakat Indonesia melalui organisasi kemanusiaan, dan telah beroperasi sejak 2016. Rumah sakit ini menjadi salah satu rujukan utama di Gaza utara, khususnya bagi korban serangan udara dan darat sejak awal konflik.
Masyarakat Indonesia pun menunjukkan respons emosional atas kabar ini. Media sosial dipenuhi seruan solidaritas dan doa untuk keselamatan para tenaga medis di Gaza.










