Ekonomi Israel Terguncang Usai Perang 12 Hari dengan Iran, Kerugian Capai Miliaran Dolar

- Redaksi

Kamis, 26 Juni 2025 - 00:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEL AVIV, rilis.news — Perang 12 hari yang meletus antara Iran dan Israel telah meninggalkan dampak besar, terutama pada sektor ekonomi Israel. Meskipun konflik tersebut berlangsung dalam waktu singkat, kerugiannya tidak main-main: miliaran dolar AS menguap dari berbagai sektor strategis.

Menurut laporan media setempat dan analis pertahanan, serangan balasan antara dua negara itu tidak hanya menelan korban jiwa dan kehancuran infrastruktur, tetapi juga menimbulkan guncangan besar terhadap stabilitas ekonomi domestik Israel.

Sektor paling terdampak adalah pariwisata, investasi asing, dan sistem transportasi publik. Laporan dari Kementerian Keuangan Israel menyebutkan bahwa kerugian ekonomi akibat konflik tersebut bisa mencapai lebih dari USD 15 miliar. Bandara utama Israel sempat lumpuh selama beberapa hari, menyebabkan arus wisatawan asing terhenti total.

Konflik ini dipicu oleh eskalasi ketegangan militer dan diplomatik antara Teheran dan Tel Aviv. Iran melancarkan serangan rudal dan drone secara simultan sebagai respons terhadap dugaan serangan sebelumnya terhadap fasilitas diplomatiknya di Suriah.

Sementara itu, analis geopolitik memperingatkan bahwa meski konflik telah mereda, ketegangan masih tinggi. Dampaknya, pelaku pasar dan investor cenderung menahan diri untuk masuk ke wilayah Israel dalam waktu dekat.

“Ekonomi Israel membutuhkan waktu cukup lama untuk bangkit, terutama dengan ketidakpastian keamanan yang masih berlangsung,” ujar Dr. Eli Keren, ekonom senior di Tel Aviv.

Meski pemerintah Israel mengklaim telah memukul balik dengan efektif, namun tekanan terhadap perekonomian dalam negeri tidak bisa dihindari. Nilai tukar shekel Israel terhadap dolar AS juga melemah tajam di tengah kekhawatiran pasar.

Dengan belum adanya jaminan stabilitas kawasan, para pengamat menilai bahwa pemulihan ekonomi pasca-perang ini akan sangat bergantung pada arah kebijakan luar negeri Israel dalam beberapa bulan ke depan.

Baca berita yang lain dari rilis.news di google berita. 

Berita Terkait

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan
Kesalahan Sebut Nama Presiden RI oleh Komentator, RTM Sampaikan Permintaan Maaf Resmi
BRICS 2025 Jadi Tonggak Sejarah Baru Diplomasi Indonesia
Kamar Direktur RS Indonesia di Gaza Jadi Sasaran, F-16 Israel Serang Tanpa Ampun
Zohran Mamdani: Profil Lengkap, Kontroversi, dan Peluangnya Merebut Kursi Wali Kota New York 2025
Israel Lumpuhkan Bandara Sanaa, Pesawat yang Akan Ditumpangi 300 Jemaah Haji Asal Yaman Jadi Sasaran
Israel melancarkan serangan terhadap Iran
PBB Berikan Hak Istimewa untuk Palestina

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru