PAREPARE, rilis.news –
Rencana Pemerintah Kota Parepare untuk merelokasi sekitar 50 perahu nelayan dari kawasan Pantai Ku mendapat penolakan dari warga. Para nelayan menilai kebijakan itu bisa menyulitkan akses mereka terhadap perahu dan alat tangkap yang menjadi sumber penghidupan.
Dilansir dari DetikSulsel, relokasi ini merupakan bagian dari penataan kawasan Pantai Ku yang baru saja diresmikan sebagai destinasi wisata. Pemkot ingin area utama pantai terbebas dari deretan perahu, agar tampak lebih rapi dan menarik untuk pengunjung.
“Kita sudah petakan zonasinya. Di tengah untuk aktivitas wisata, sementara perahu akan dipindahkan ke sisi utara dan selatan,” ujar Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah, Sabtu (22/6).
Namun nelayan menolak. Salah satunya, Faisal, mengaku keberatan karena lokasi baru yang ditawarkan terlalu jauh dan tak aman.
“Kalau jauh begitu, siapa yang mau jaga perahu? Mesin bisa dicuri, rusak juga susah diperbaiki. Kami bukan menolak, tapi ini menyangkut penghidupan,” katanya.
Ardiansyah menegaskan Pemkot belum mengambil keputusan final. Rencana relokasi masih dalam tahap komunikasi dan terbuka terhadap masukan warga.
“Kita tampung keluhan-keluhan nelayan, lalu kita carikan solusi bersama,” ungkapnya.










