PAREPARE, — Suasana rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Parepare mendadak memanas setelah dua orang pria berpakaian sipil masuk ke ruang rapat tanpa izin, Rabu (26/3/2025). Keduanya mengaku sebagai protokoler Wali Kota Parepare dan menyebut hadir atas perintah langsung dari Wali Kota Taufan Pawe.
Wakil Ketua DPRD Parepare, Muhammad Yusuf Lapanna, yang memimpin jalannya rapat, langsung mengambil tindakan tegas. Ia mengetuk palu sidang dan meminta kedua pria tersebut segera meninggalkan ruangan.
“Saya ketuk palu, saya minta mereka keluar karena mereka tidak punya kewenangan. Mereka bukan bagian dari TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” ujar Yusuf kepada wartawan usai rapat.
Menurut Yusuf, keberadaan dua orang tak dikenal itu dianggap mencederai etika lembaga legislatif. Ia menyebut, ruang rapat Banggar bersifat terbatas dan hanya dihadiri pihak-pihak yang memiliki otoritas sesuai tata tertib DPRD.
Dituding Tak Percaya TAPD, Sekda Sebut Miskomunikasi
Sekretaris Daerah Parepare, Muh Husni Syam, yang turut hadir dalam rapat tersebut, mengklarifikasi bahwa kehadiran dua pria itu hanya akibat miskomunikasi. Menurutnya, tidak ada maksud untuk mengintervensi jalannya rapat.
“Mereka hanya salah paham, mungkin karena ingin memastikan sesuatu. Tapi tidak ada niat buruk. Ini semata miskomunikasi,” kata Husni.
Namun Yusuf menilai insiden ini justru menimbulkan kesan tidak percaya dari Wali Kota terhadap kinerja tim anggaran yang dipimpinnya sendiri.
“Kalau TAPD dianggap tak cukup, lalu harus dikawal orang dari luar, ini seperti merendahkan tim yang ditugaskan,” ujar Yusuf.
Ditegur, Lalu Menyerang Balik di Media Sosial
Setelah diminta keluar dari ruang rapat, kedua pria yang belum diketahui identitas resminya itu kemudian menyampaikan pernyataan di media sosial. Mereka menuding diusir secara sepihak dan merasa dipermalukan.
Namun Yusuf menegaskan, sikapnya adalah bagian dari menjaga marwah institusi DPRD. Ia mengatakan, setiap rapat resmi memiliki aturan, dan semua pihak wajib menghormatinya.
“Saya tidak marah, tidak emosi. Tapi saya harus jaga aturan dan kehormatan lembaga ini,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Parepare terkait insiden ini.










