Video Jokowi Berbahasa Mandarin Hasil Editan AI, PSI Desak Proses Hukum Kreatornya.

- Redaksi

Jumat, 27 Oktober 2023 - 13:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE (Rilis.News) – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak agar pengedit video Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara dalam bahasa Mandarin untuk diproses hukum.

Video ramai beredar berbagai platform media sosial ternyata rekayasa dari program kecerdasan buatan atau Artificial Inteligence (AI).

Dilansir dari detiknews, PSI mendesak pengedit video untuk di tindak tegas agar tidak ada lagi yang mengulangi perbuatan serupa.

“Rekayasa dengan menggunakan AI ini sangat tidak bisa dibenarkan. Harus ada proses hukum agar, terutama, calon pelaku lain tidak tergoda untuk juga melakukannya,” kata juru bicara DPP PSI, Dedek Prayudi, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/10/2023).

Seharusnya, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) itu dimanfaatkan untuk kemaslahatan sosial, bukan untuk memanipulasi fakta. Dedek mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menyikapi hasil rekayasa digital semacam itu.

“Pada sisi lain, masyarakat mesti hati-hati jika menerima informasi. Kemajuan teknologi bak pisau bermata dua. Bisa dipakai untuk memanipulasi fakta. Harap selalu merujuk pada sumber-sumber yang kredibel,” lanjut Dedek.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan video menampilkan Presiden Jokowi fasih berbahasa Mandarin yang beredar di media sosial merupakan hasil editan. Kominfo menyatakan video tersebut diedit dengan menggunakan teknologi AI Deepfake.

Video tersebut beredar di X (dulu Twitter). Video itu menampilkan momen Jokowi berpidato tapi menggunakan bahasan Mandarin. Kominfo menegaskan video tersebut hasil rekayasa menggunakan AI.

Berita Terkait

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Legislator PKS Sappe Desak Dinsos Verifikasi Faktual Data Desil
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak
OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan
Lapas Parepare Fasilitasi WBP untuk Berbuka Puasa Bersama Keluarga

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru