Polisi Pastikan Tas Mencurigakan di Tugu Tunas Kelapa Parepare Tidak Mengandung Bom

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE,  – Kepolisian Resor (Polres) Parepare memastikan tas mencurigakan yang ditemukan di kawasan Tugu Tunas Kelapa, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, dinyatakan aman dan tidak mengandung bahan peledak.

Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yudha, S.I.K., M.H., melalui keterangan resminya menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan warga terkait keberadaan tas tak bertuan tersebut pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

“Begitu menerima aduan, tim pengamanan terpadu bersama piket fungsi langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta melakukan sterilisasi awal,” kata Indra.

Untuk memastikan keamanan, Polres Parepare kemudian berkoordinasi dengan Satuan Brimob Polda Sulsel. Tim Penjinak Bom Detasemen Gegana Polda Sulsel, dibantu Batalyon B Sat Brimob Polda Sulsel, diterjunkan guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tas tersebut.

Pemeriksaan dilakukan di kawasan Taman Mattirotasi, tidak jauh dari lokasi awal penemuan tas. Hasilnya, tas dinyatakan aman dan tidak mengandung bahan peledak maupun material berbahaya lainnya.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh tim Jibom dan dinyatakan aman, tas kemudian dibuka langsung di lokasi dengan pengamanan ketat,” ujar Indra.

Dari hasil pemeriksaan, isi tas tersebut berupa pakaian pria, ikat pinggang, dan sebuah gunting. Tidak ditemukan benda yang mengarah pada unsur teror atau bahan berbahaya.

Kapolres mengungkapkan, berdasarkan keterangan pelapor bernama Abdullah, tas tersebut diduga telah berada di lokasi sejak Kamis (1/1/2026), namun baru dilaporkan ke polisi keesokan harinya.

“Dari hasil pemeriksaan dan isi tas, sementara tidak ada dugaan ke arah teror. Barang bukti selanjutnya kami amankan di Polres Parepare sambil menunggu perkembangan lanjutan,” jelasnya.

Indra juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi kejadian tersebut.

“Kami mengajak masyarakat Kota Parepare untuk tidak panik dan tetap waspada. Setelah dipastikan aman, masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tutupnya.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru