PAREPARE, Rilis.news – Siapa sangka kopi yang banyak di kenal orang sebagai produk perkebunan yang biasanya hanya diolah menjadi seduhan minuman lezat ini malah bisa dikonsumsi dengan cara berbeda.
Kopi Arabika Latimojong merupakan salah satu ciri khas yang memanjakan lidah para penikmat kopi lokal nasional dan internasional. Kopi ini memiliki cita rasa khas tersendiri yang tidak bisa di jumpai didaerah lain kecuali di Desa Latimojong.
Desa Latimojong terletak di daerah dengan tradisi pertanian kopi yang kaya. Namun, untuk menghadapi perubahan pasar dan meningkatkan pendapatan petani kopi, masyarakat desa menciptakan inovasi dalam bentuk kerupuk kopi.
Adalah Mahasiswa KKN UMPAR XXV POSKO 54 menularkan inovasi kepada warga Desa Latimojong dengan mengolah berbahan dasar kopi menjadi Kerupuk dan Selai.
Tim ini terdiri dari 10 orang mahasiswa/i yang berdedikasi untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat setempat. Mereka melakukan berbagai kegiatan seperti pengabdian kepada masyarakat, penelitian, dan pembangunan berkelanjutan. Posko 45 sangat bersemangat dalam membantu meningkatkan kualitas hidup warga Desa Latimojong.
KKN UMPAR POSKO 54 Dari Latimojong Pulang Membawa Kerupuk dan Selai kopi di KKN EXPO & LPPM AWARD
Metode Pembuatan Kerupuk Kopi:
Pemilihan biji kopi berkualitas tinggi dari petani lokal. Penggilingan biji kopi menjadi bubuk kopi.
Pembuatan adonan dengan mencampur bubuk kopi, tepung terigu, garam, dan bahan-bahan lainnya.
Proses penggorengan hingga kerupuk kopi mencapai tekstur yang diinginkan.
Pengemasan produk dalam kemasan yang menarik.
Dampak Terhadap Masyarakat Desa:
Inovasi ini memberikan banyak manfaat kepada masyarakat desa, termasuk:
Peningkatan pendapatan petani kopi.Pembuatan lapangan kerja lokal.Meningkatkan pemahaman akan nilai tambah produk lokal.Memperkenalkan kopi dan budaya lokal kepada wisatawan.
Kesimpulan:
Inovasi pembuatan kerupuk kopi dari Desa Latimojong adalah contoh sukses bagaimana produk lokal dapat diubah menjadi produk bernilai tambah. Ini menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.
Metode Pembuatan Selai Kopi:
Pemilihan Biji Kopi Berkualitas: Proses dimulai dengan pemilihan biji kopi Arabika terbaik, yang dipanen secara selektif.
Pengupasan dan Pembersihan: Biji kopi kemudian diupas dan dibersihkan dengan teliti untuk menghilangkan kulit dan sisa-sisa kotoran.
Pemanasan dan Penggilingan: Biji kopi yang bersih dipanggang secara hati-hati dan digiling hingga menjadi bubuk kopi halus.
Pencampuran dengan Gula, Tepung Maizena, Susu dan bahan lainnya : Bubuk kopi dicampur dengan gula dan bahan alami untuk menciptakan tekstur selai yang baik.
Pengemasan: Selai kopi yang dihasilkan dikemas dalam wadah yang menarik dan aman untuk dikonsumsi.

Manfaat Inovasi:
Peningkatan Nilai Tambah: Pembuatan selai kopi memberikan nilai tambah pada produk kopi lokal, meningkatkan pendapatan petani dan komunitas.
Diversifikasi Produk: Produk ini membantu dalam diversifikasi produk kopi yang tersedia di pasar, menjadikan Desa Latimojong dikenal sebagai sumber selai kopi berkualitas.
Pemberdayaan Komunitas: Inovasi ini telah memperkuat ikatan sosial di antara penduduk desa dan menghasilkan pekerjaan tambahan.
Tantangan dan Kendala:
Akses Pasar yang Terbatas: Meskipun berkualitas tinggi, selai kopi ini masih memiliki tantangan dalam mencapai pasar yang lebih luas.
Kesimpulan:
Inovasi dalam pembuatan selai kopi dari Desa Latimojong adalah contoh nyata bagaimana produk lokal dapat ditingkatkan menjadi produk bernilai tambah yang memberikan manfaat bagi komunitas dan ekonomi lokal. Selai kopi ini adalah produk yang unik dan bermanfaat yang mencerminkan potensi inovasi di daerah pedesaan Indonesia. Upaya lebih lanjut dapat dilakukan untuk mempromosikan produk ini dan membantu masyarakat Desa Latimojong mengatasi tantangan pasar yang dihadapi










