Parepare – Wakil Ketua DPRD Parepare, Suyuti, angkat suara soal persoalan penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan beasiswa prestasi. Ia menyoroti data penerima yang dianggap belum tepat sasaran.
Rapat dengar pendapat digelar pekan lalu bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Suyuti menekankan banyak siswa tidak berhak justru menerima bantuan.
“Ini kan beasiswa siswa miskin berarti untuk siswa kurang mampu. Tapi nyatanya banyak yang mampu menerima. Ternyata dinas tidak verifikasi. Terima usulan dari sekolah. Nah ini salah,” ujar Suyuti.
Tegasnya, penyaluran BSM dan beasiswa prestasi harus dievaluasi dengan segera. Verifikasi ulang dinilai penting agar bantuan tepat sasaran dan menuntaskan keluhan orang tua siswa yang tidak mendapatkan dana.
Respons Dinas Pendidikan
Kepala Disdikbud Parepare, HM Makmur, menyebut BSM tahun ini menyasar sekitar 1.000 siswa SD dan SMP. Bantuan berupa seragam, dan penerimanya tidak boleh ganda. Ada juga Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat yang menyasar 400 siswa melalui data kemiskinan dan dapodik.
Makmur menegaskan penyaluran BSM melalui APBD dilakukan atas usulan kepala sekolah, dan jumlah penerima meningkat dari tahun sebelumnya sebagai respons atas permintaan peningkatan.










