DPRD Parepare Minta Pemkot Atensi Kelangkaan Pupuk Subsidi

- Redaksi

Kamis, 13 Maret 2025 - 01:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parepare, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare mendesak pemerintah kota segera menindaklanjuti keluhan petani terkait kelangkaan pupuk subsidi yang belakangan banyak menjadi sorotan. DPRD menyoroti peran distributor pupuk yang dituding menghambat aliran ke pengecer dan petani.

Ketua Komisi II DPRD Parepare,  Parman Agus Mante, menyampaikan bahwa kekhawatiran petani bukan isapan jempol—sejumlah petani berencana menggelar demonstrasi di Kantor Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP).

Meski distributor menyatakan stok tersedia, kenyataannya pengecer masih menunggu pengiriman berhari-hari penuh.

Menurut pengakuan Kepala Dinas PKP Kota Parepare, Wildana, distributor sengaja menahan distribusi meskipun pengecer sudah membayar penuh. “Padahal sebagian kios sudah membayar misalnya sampai Rp 100 juta tetapi barang yang datang cuma Rp 50 juta dan itu pun menunggu sampai 2 minggu,” ucap Wildana.

DPRD kini mengancam akan memanggil distributor resmi dan mendorong evaluasi dari PT Pupuk Indonesia. “Kami sempat panggil distributor, alasan mereka karena mereka antri untuk membeli… Masa dia andalkan gudangnya Pupuk Indonesia. Jelas dia distributor dan harus punya stok sendiri,” tegas Satria Parman.

DPRD pun menuntut Pemkot Parepare bersama DKP Kota untuk melakukan pendataan distribusi, evaluasi jalur pengiriman, serta melibatkan aparat wilayah dan penyuluh lapangan agar distribusi pupuk subsidi tepat sasaran dan mencegah gangguan produktivitas petani.

Kelangkaan pupuk subsidi bisa langsung mempengaruhi produktivitas pertanian dan pendapatan petani.

Peran distributor, di tengah tata kelola pupuk subsidi yang harus transparan, muncul sebagai titik krusial yang perlu pengawasan.

Intervensi DPRD menandai langkah lebih lanjut untuk memastikan peran Pemkot dalam menjaga ketersediaan dan distribusi barang vital bagi petani.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru