Bendung Karajae Jebol Akibat Hujan Deras, Andi Firdaus Djollong Sigap Turun ke Lapangan 

- Redaksi

Minggu, 5 Mei 2024 - 17:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE – Pasca hujan deras melanda Kota Parepare pada Jumat, 3 Mei 2024 malam, Bendung Sungai Karajae milik Perumda Air Minum (PAM) Tirta Karajae Kota Parepare mengalami kerusakan. 

Direktur PAM Tirta Karajae Kota Parepare, Andi Firdaus Djollong, dengan sigap turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi tersebut, dan mencari solusi tercepat.

Andi Firdaus Djollong mengatakan, jebolnya bendung Karajae dengan panjang sekitar 12 meter, terjadi setelah hujan deras melanda wilayah Parepare. Kejadian ini baru terlihat pada pagi hari setelah kondisi air surut.

“Bendung karajae jebol sepanjang 12 meter pasca Hujan deras Jumat malam, dan baru terlihat tadi pagi setelah kondisi air surut,” katanya Minggu, 5 Mei 2024. 

Saat ini, kata dia, tim darurat segera diaktivasi untuk menangani situasi darurat tersebut dengan melakukan penambalan untuk menaikkan level permukaan air sungai. Sebab kata dia, poses ini penting karena pipa hisap intake mulai terlihat akibat jebolnya bendung.

“Saat ini dilakukan penambalan untuk menaikkan level permukaan air sungai karena saat ini pipa hisap intake mulai terlihat,” jelasnya.

Lebih lanjutnya, pihaknya telah menyiapkan alat berat untuk mempercepat proses penambalan begitu air surut di belakang bendungan.

“Kalau air suda surut dibelakang bendung kami akan segera turunkan alat berat untuk mempercepat pekerjaan penambalan,” ungkapnya. 

Dia menambahkan, meskipun terjadi kerusakan pada bendung, distribusi air dari 5 Instalasi Pengolahan Air (IPA) masih berjalan lancar dan normal. 

Bahkan dia menegaskan, bahwa tidak ada kendala signifikan yang memengaruhi pasokan air bagi masyarakat. 

“Saat ini distribusi air masih lancar 5 IPA masih normal, kami jalankan dan mudah-mudahan tidak ada kendala yang terjadi,” tandasnya.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru