BKSDA Kaltim Akan Relokasi Buaya Riska, Ambo ; 26 Tahun Saya Rawat

- Redaksi

Kamis, 14 September 2023 - 13:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONTANG, (Rilis.News) – Ambo, konten kreator Buaya Riska. Meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur untuk tidak merelokasi buaya yang telah lama ia pelihara.

Ia setuju sejumlah buaya di Sungai Guntung untuk direlokasi. Tapi tidak untuk Riska. Menurutnya justru Riska membantu mengusir predator liar untuk tidak mendekat ke pemukiman warga.

“Bagaimana mungkin Riska akan dievakuasi juga. 26 tahun lamanya saya rawat dengan sepenuh hati, bagi saya dia bukanlah binatang. Riska saya anggap anak,” ujarnya, Kamis (14/9/2023).

Ambo begitu meyakini, pelaku penyerangan warga pada awal Agustus lalu bukanlah buaya Riska. Kata dia, Riska tidak pernah menyerang manusia.

Jika Riska berbahaya, masih kata Ambo, maka dia adalah orang yang pertama kali akan celaka. Nyatanya tidak, bahkan keberadaan Riska membantu mempromosikan Kota Bontang.

“Fenomena ini sangat langka dan jarang terjadi, jadi pihak terkait bisa pertimbangkan dulu untuk merelokasi Riska,” paparnya.

Sebutnya bukti tidak berbahayanya buaya Riska terekam jelas channel YouTube miliknya fitriyani RISKA. Jika tidak direlokasi, ia pun bersedia untuk tidak memberi makan di sungai sekitar pemukiman.

“Sangat jelas Riska tidak pernah menyerang manusia sekalipun. Ibarat memisahkan anak dan bapak yang sudah cukup lama bersama,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong BKSDA Kaltim Suriawati Halim menyatakan pekan depan pihaknya akan merelokasi 3 buaya lagi dari Sungai Guntung, termasuk buaya yang sering disebut nama Riska.

Upaya pemindahan hewan predator ini merupakan tindakan lanjutan, yang telah dilakukan BKSDA beberapa waktu lalu yang menangkap 1 buaya sepanjang tiga meter di wilayah itu.

“Iya, termasuk juga “Riska”, karena termasuk yang sering masuk ke pemukiman,” ungkap, Ambo 

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru