PAREPARE – Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi Gerindra, Husein Mohammad Saud, menyerap berbagai aspirasi warga saat menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 di Lagota Cafe, Kecamatan Soreang, Kamis (14/5/2026).
Dalam reses tersebut, Husein menerima sejumlah keluhan terkait infrastruktur, mulai dari proyek jalan yang belum terealisasi, drainase tersumbat akibat sedimentasi, hingga kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di lorong permukiman warga.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Parepare yang membidangi pembangunan, Husein menegaskan bahwa hasil reses akan menjadi bahan penyusunan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah.
“Reses ini bukan sekadar formalitas, tetapi momentum bagi kami mendengar langsung persoalan masyarakat, mulai dari jalan lingkungan, drainase hingga penerangan jalan umum,” ujar Husein di hadapan ratusan warga.
Salah satu persoalan yang mencuat yakni mandeknya proyek fisik di Jalan Andi Makulau yang sebelumnya disebut telah mendapat sinyal pengerjaan dari pemerintah kota.
Warga berharap pembangunan segera direalisasikan meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Selain itu, warga Jalan Andi Sinta bernama Santi mengeluhkan sedimentasi yang menumpuk pada drainase di sekitar wilayah tersebut yang menyebabkan saluran tidak berfungsi optimal saat hujan.
Menanggapi keluhan itu, Husein langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare, Susiana, untuk segera mencari solusi penanganan.
Menurut Husein, Kepala DLH menyampaikan akan berkoordinasi dengan pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) guna membantu penyelesaian sedimentasi drainase yang dikeluhkan warga.
“Persoalan seperti ini harus cepat ditangani karena menyangkut kenyamanan warga. Kami akan kawal agar ada tindak lanjut secepatnya,” tegasnya.
Tak hanya drainase, warga Jalan Taiyeb juga meminta penambahan titik lampu jalan di lorong-lorong pemukiman guna meningkatkan keamanan lingkungan, terutama pada malam hari.
Husein memastikan seluruh aspirasi warga, baik yang disampaikan secara lisan maupun tertulis, akan dibawa ke rapat Komisi III DPRD Parepare agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan pemerintah daerah.
“Pembangunan tidak boleh hanya terfokus di jalan protokol, tetapi juga harus menyentuh lorong-lorong permukiman warga. Semua aspirasi ini akan saya perjuangkan,” tandasnya.










