PAREPARE — Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Makmur, memastikan bahwa anggaran pembangunan toilet sekolah dasar dan menengah dengan nilai mencapai Rp166 juta per unit telah disusun sesuai Standar Satuan Harga (SSH) tahun berjalan.
Penegasan ini disampaikan untuk menanggapi sorotan publik terkait nilai proyek fasilitas sanitasi di sejumlah sekolah di Parepare, Sulawesi Selatan.
Menurut Makmur, SSH merupakan acuan resmi pemerintah daerah yang diperbarui setiap tahun dan digunakan dalam setiap penyusunan rencana anggaran.
“Harga satuan itu berubah setiap tahun. Nilai proyek disusun berdasarkan SSH yang berlaku tahun ini, bukan berdasarkan perkiraan,” ujar Makmur, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan, terdapat 21 sekolah dasar di Parepare yang mendapat alokasi pembangunan toilet baru tahun ini. Selain itu, 44 sekolah lainnya hanya menjalani rehabilitasi toilet dengan nilai sekitar Rp37 juta per unit.
“Pembangunan dan rehabilitasi dilakukan sesuai kebutuhan sekolah, berdasarkan rasio jumlah siswa dan kondisi fasilitas yang ada,” jelasnya.
Makmur menambahkan, setiap sekolah minimal harus memiliki tiga unit toilet: satu untuk siswa laki-laki, satu untuk siswa perempuan, dan satu untuk guru. Namun, berdasarkan hasil pendataan, masih banyak sekolah yang belum memenuhi rasio tersebut.
“Jika jumlah siswa laki-laki mencapai 60 orang dan perempuan 50 orang, fasilitas toilet yang ada harus menyesuaikan agar layak digunakan,” ujarnya.
Menanggapi anggapan bahwa nilai proyek terlalu tinggi, Makmur menegaskan bahwa penentuan anggaran bukan dilakukan secara sepihak oleh Dinas Pendidikan.
“Penentuan harga bukan dari kami, melainkan dari tim perencana yang membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan SSH. Setelah itu dilakukan review oleh tim teknis. Jika dianggap wajar, proyek dapat dilanjutkan,” terangnya.
Meski demikian, kata Makmur, Inspektorat Kota Parepare tetap melakukan review ulang terhadap proyek tersebut untuk memastikan tidak ada item pekerjaan yang melebihi standar harga pemerintah.
“Jika ditemukan item pekerjaan yang nilainya di atas SSH, maka pekerjaan akan dihentikan sementara dan RAB-nya disusun ulang,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan toilet sekolah ini merupakan bagian dari program peningkatan sarana pendidikan yang juga mendukung pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar dari pemerintah pusat.










