PAREPARE, — Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Taufan Pawe, memaparkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI kepada civitas akademika dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), Minggu (8/2/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menginternalisasi pemahaman Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hadir dalam acara itu Ketua Senat UMPAR Prof Amaluddin, Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir, serta jajaran dosen dan mahasiswa.
Dalam paparannya, Taufan menegaskan Pancasila sebagai dasar negara harus menjadi pedoman hidup yang diimplementasikan secara nyata.
“Ideologi Pancasila harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sila pertama hingga sila kelima. Tanpa pengamalan, nilai-nilai itu hanya akan menjadi hafalan,” ujar mantan Wali Kota Parepare dua periode tersebut.
Ia menilai pemahaman mendasar terhadap konstitusi menjadi kunci mewujudkan cita-cita bangsa yang adil dan makmur. Menurut dia, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah dinamika global.
Selain menyampaikan materi kebangsaan, Taufan juga mengenang kedekatan historisnya dengan UMPAR. Ia menyebut kampus tersebut memiliki peran strategis dalam proses pendirian Institut Teknologi Habibie (ITH).
“Tokoh UMPAR seperti Prof. Siri Dangnga terlibat langsung dalam penyusunan proposal pembangunan ITH yang kala itu diterima Presiden SBY. Ini bukti kontribusi nyata UMPAR untuk kemajuan pendidikan di Parepare,” katanya.
Taufan juga mengapresiasi UMPAR yang disebutnya menjadi titik awal perjalanan politiknya sejak 2003. Setelah berkarier sebagai pengacara selama 25 tahun, ia mengaku dukungan dari lingkungan kampus membentuk keberaniannya terjun ke dunia politik.
“Saya memulai langkah politik dari ruang-ruang diskusi kampus ini. Dukungan moral dari civitas akademika menjadi energi besar hingga saya bisa berada di posisi saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Amaluddin menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Taufan terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat,” kata Amaluddin.
Menutup kegiatan, Taufan secara simbolis menyerahkan beasiswa Aspirasi kepada tiga perwakilan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) yamg tersebar di seluruh daerah pemilihan Sulawesi Selatan II.
Pada hari yang sama, sosialisasi Empat Pilar juga digelar di Rumah Aspirasi Taufan Pawe, Kelurahan Cappa Galung, Parepare, yang dihadiri masyarakat serta sejumlah perwakilan organisasi non-pemerintah (NGO).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman nilai kebangsaan lintas elemen, baik akademisi maupun masyarakat umum.














