Ketua Komisi II DPR Soroti Dominasi Politik Uang dalam Pilkada Langsung

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​​JAKARTA – Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menyoroti tingginya pengaruh politik uang dalam sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung di Indonesia.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah acara bincang-bincang (talkshow) di televisi swasta, yang kemudian ia unggah melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (6/1/2026).

​Rifqinizamy memaparkan data bahwa mayoritas pemilih saat ini masih mendasarkan pilihan pada faktor materi dibandingkan visi misi kandidat.

“Klaster pertama, lebih dari 70 persen masyarakat memilih gubernur, bupati, dan wali kota itu karena uang. Secara umum, masyarakat melalui pemilihan langsung masih didominasi oleh pemberian, baik itu uang maupun sembako,” tegas Rifqinizamy.

Foto suasana RDP komisi II (humas PANRB)

​Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah mencoba berbagai metode pemilihan sejak tahun 1945, mulai dari penunjukan langsung oleh Presiden hingga pemberian kewenangan penuh kepada DPRD pada awal era otonomi daerah.

Menurutnya, setiap mekanisme memiliki sejarah dan tantangan tersendiri yang perlu menjadi bahan evaluasi.

​Terkait polemik mekanisme pemilihan, Rifqinizamy mendorong para akademisi dan pemangku kepentingan untuk melakukan kajian objektif mengenai efektivitas setiap sistem.

“Saya minta tolong kepada para akademisi, mari kita cek bagaimana hasil pemilihan masa lalu yang dipilih DPRD dengan yang dipilih rakyat. Mana yang lebih progresif dan positif terhadap pembangunan di daerah?” ujarnya.

​Ia menekankan bahwa fokus utama evaluasi sistem Pilkada harus tertuju pada kualitas kepemimpinan, bukan sekadar seremonial demokrasi.

“Jangan hanya bicara keinginan untuk gegap gempita pesta demokrasinya, tetapi apakah mereka perform sebagai kepala daerah dengan biaya yang cukup besar tersebut,” pungkas Rifqinizamy.

Berita Terkait

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Legislator PKS Sappe Desak Dinsos Verifikasi Faktual Data Desil
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Taufan Pawe Dorong Penerapan Single Voter Data System dalam Revisi UU Pemilu saat Kunjungi KPU Sulsel
Kawal Revisi UU Adminduk, Taufan Pawe Tekankan Proteksi Data Pribadi dan SDM Berprestasi
Taufan Pawe Serahkan Bantuan Penanganan Abrasi di Cappa Gusung Bulukumba

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru