MEDAN – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, mendorong generasi Z (Gen Z) Indonesia agar mengoptimalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan bertransformasi dari sekadar pengguna menjadi produsen konten serta teknologi berbasis AI. Seruan ini disampaikan saat Meutya menjadi narasumber pada kuliah perdana mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bertema “Optimalisasi Potensi Gen Z dan AI Menuju Indonesia Emas” di Medan, Senin, 29 Oktober 2025.
Indonesia Emas dan Ekosistem Digital
Menteri Meutya Hafid memaparkan bahwa dengan 229,4 juta penduduk terhubung internet, Gen Z merupakan pengguna terbesar. Oleh karena itu, potensi mereka harus dioptimalkan. Pihaknya terus mengupayakan terciptanya ekosistem digital yang sehat melalui berbagai program, termasuk pembangunan Garuda Spark Innovation Hub sebagai wadah lahirnya produk dan startup.
“Di Sumatera Utara, fokusnya pada sektor agriculture, foodtech, dan trade platform. Anak muda di Sumut sangat kreatif, dan ekonomi daerah ini tumbuh lebih cepat dari rata-rata nasional,” ujarnya, seperti dikutip dari Antaranews.
AI: Game Changer dan Tantangan Etika
Meutya Hafid menegaskan bahwa AI adalah pengubah permainan (game changer) dalam era digital, bertindak sebagai motor penggerak ekonomi dan pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaannya harus berlandaskan etika, berorientasi pada manusia, dan disertai mitigasi dampak, seperti potensi pengurangan lapangan kerja tradisional.
Ia juga mendesak perguruan tinggi, termasuk UMSU, untuk aktif membangun AI talent factory guna membentuk ekosistem AI yang kuat. “Mahasiswa harus diasah soft skill, integratif, inovatif, berintegritas, dan menjadi wajah perubahan Indonesia,” tegasnya.
Perang Melawan Kejahatan Digital
Selain isu AI, Menteri Komdigi juga menyoroti ancaman serius di dunia digital, seperti perjudian daring (judi online), penipuan, pornografi, dan perundungan. Ia secara spesifik meminta dukungan UMSU untuk ikut memerangi berbagai bentuk kejahatan digital tersebut.
Di akhir paparannya, ia menekankan pentingnya digital wellness dan digital detox guna mencegah ketergantungan berlebihan pada mesin. Meutya juga mengingatkan bahwa produk AI wajib diberikan atribusi yang jelas sebagai bentuk penghargaan terhadap karya manual manusia.
Apresiasi dari UMSU
Sebelumnya, Rektor UMSU, Prof. Agussani, menyatakan bahwa kehadiran Menteri Komdigi merupakan momentum penting dan bekal berharga bagi mahasiswa baru. Rektor juga menyinggung rencana pengembangan Kampus IV UMSU di Deli Serdang yang akan menjadi venue Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah tahun 2027.










