Menteri Komdigi Dorong Gen Z Jadi Produsen AI, Tekankan Etika dan Mitigasi Dampak

- Redaksi

Senin, 13 Oktober 2025 - 13:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, mendorong generasi Z (Gen Z) Indonesia agar mengoptimalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan bertransformasi dari sekadar pengguna menjadi produsen konten serta teknologi berbasis AI. Seruan ini disampaikan saat Meutya menjadi narasumber pada kuliah perdana mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bertema “Optimalisasi Potensi Gen Z dan AI Menuju Indonesia Emas” di Medan, Senin, 29 Oktober 2025.

​Indonesia Emas dan Ekosistem Digital

​Menteri Meutya Hafid memaparkan bahwa dengan 229,4 juta penduduk terhubung internet, Gen Z merupakan pengguna terbesar. Oleh karena itu, potensi mereka harus dioptimalkan. Pihaknya terus mengupayakan terciptanya ekosistem digital yang sehat melalui berbagai program, termasuk pembangunan Garuda Spark Innovation Hub sebagai wadah lahirnya produk dan startup.

​“Di Sumatera Utara, fokusnya pada sektor agriculture, foodtech, dan trade platform. Anak muda di Sumut sangat kreatif, dan ekonomi daerah ini tumbuh lebih cepat dari rata-rata nasional,” ujarnya, seperti dikutip dari Antaranews.

​AI: Game Changer dan Tantangan Etika

​Meutya Hafid menegaskan bahwa AI adalah pengubah permainan (game changer) dalam era digital, bertindak sebagai motor penggerak ekonomi dan pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaannya harus berlandaskan etika, berorientasi pada manusia, dan disertai mitigasi dampak, seperti potensi pengurangan lapangan kerja tradisional.

​Ia juga mendesak perguruan tinggi, termasuk UMSU, untuk aktif membangun AI talent factory guna membentuk ekosistem AI yang kuat. “Mahasiswa harus diasah soft skill, integratif, inovatif, berintegritas, dan menjadi wajah perubahan Indonesia,” tegasnya.

​Perang Melawan Kejahatan Digital

​Selain isu AI, Menteri Komdigi juga menyoroti ancaman serius di dunia digital, seperti perjudian daring (judi online), penipuan, pornografi, dan perundungan. Ia secara spesifik meminta dukungan UMSU untuk ikut memerangi berbagai bentuk kejahatan digital tersebut.

​Di akhir paparannya, ia menekankan pentingnya digital wellness dan digital detox guna mencegah ketergantungan berlebihan pada mesin. Meutya juga mengingatkan bahwa produk AI wajib diberikan atribusi yang jelas sebagai bentuk penghargaan terhadap karya manual manusia.

​Apresiasi dari UMSU

​Sebelumnya, Rektor UMSU, Prof. Agussani, menyatakan bahwa kehadiran Menteri Komdigi merupakan momentum penting dan bekal berharga bagi mahasiswa baru. Rektor juga menyinggung rencana pengembangan Kampus IV UMSU di Deli Serdang yang akan menjadi venue Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah tahun 2027.

Berita Terkait

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak
Beasiswa PIP Aspirasi Taufan Pawe Cair, Siswa di Sulsel Diminta Segera Cek dan Aktivasi Rekening
Presiden Prabowo Pimpin Evaluasi Menyeluruh Kabinet Merah Putih dalam Retreat Hambalang
Taufan Pawe Sosialisasikan 4 Pilar, Dorong Potensi Wisata Budaya Desa Pancana Barru
Cek Keabsahan Sertipikat Elektronik Kini Cukup Pindai Kode Batang
Kurir Shopee Express Ancam Paket Tak Akan Sampai, Pembeli di Parepare Dirugikan Karena Retur Sepihak
Presiden Prabowo Kirim Surat Khusus untuk Lima Eks Menteri yang Terkena Reshuffle
Rahayu Saraswati, Ponakan Presiden Prabowo, Mundur dari DPR RI

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru