Ketua DPRD Parepare Soroti Kebocoran PAD, Minta Optimalisasi Penerimaan Daerah

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 17:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE – Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir, menyoroti kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebagian besar hanya bersifat catatan administratif tanpa bisa dimanfaatkan langsung oleh pemerintah kota.

Dalam resesnya, Kaharuddin membeberkan bahwa PAD Parepare tahun ini mencapai sekitar Rp312 miliar. Namun, lebih dari Rp250 miliar di antaranya bersumber dari dua rumah sakit, yakni RS Andi Makkasau yang menghasilkan lebih dari Rp200 miliar, serta RS Asri Ainun Habibie yang menyumbang sekitar Rp47 miliar.

“Kalau kita hitung, PAD kita Rp312 miliar, tapi 250 miliar di antaranya hanya dicatat dari dua rumah sakit. Karena status rumah sakit sebagai badan layanan umum daerah (BLUD), uangnya tidak masuk ke kas daerah, melainkan dikelola langsung oleh rumah sakit,” jelas Kaharuddin, Rabu (17/9/2025) 

Dengan kondisi itu, kata dia, Pemkot Parepare sebenarnya hanya bisa mengelola sekitar Rp52 miliar dari total PAD. Hal ini dinilai jauh dari kata ideal untuk menopang kebutuhan belanja daerah.

“Berarti PAD kita kecil sekali yang bisa disentuh langsung. Jangan sampai ini menimbulkan kesan seolah-olah pendapatan besar, tapi nyatanya Pemkot tidak bisa gunakan. Ini yang akan kita evaluasi,” tegasnya.

Kaharuddin juga mengingatkan potensi kebocoran PAD di sektor-sektor lain, termasuk retribusi lapangan dan fasilitas umum. Ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh agar PAD benar-benar berimbang dengan

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru