Makassar, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan menggelar aksi penanaman mangrove serentak di empat kabupaten sebagai bagian dari upaya rehabilitasi pesisir sekaligus memperkuat ekonomi biru.
Empat lokasi penanaman tersebut meliputi Pulau Sabangko, Desa Mattirobambang, Liukang Tuppabiring (Kabupaten Pangkep), Kelurahan Watang Suppa (Kabupaten Pinrang), Desa Tonra, Kecamatan Libureng (Kabupaten Bone), serta Desa Pallengu, Kecamatan Bangkala (Kabupaten Jeneponto).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, M Ilyas, menyebutkan sebanyak 35.602 bibit mangrove ditanam di setiap kabupaten dengan total mencapai lebih dari 142 ribu bibit. Penanaman dilakukan dengan melibatkan masyarakat pesisir, aparat desa, serta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi maupun kabupaten.
“Mangrove tidak hanya melindungi pesisir dari abrasi, tetapi juga menjadi ekosistem penting yang menopang sumber penghidupan masyarakat,” kata Ilyas di Makassar, Minggu (7/9/2025).
Ia menegaskan gerakan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam masa depan. Bibit yang ditanam, lanjut dia, menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat rehabilitasi kawasan pesisir dan memperluas sektor ekonomi biru.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Kelautan dan Pesisir Sulsel, Marhamah, menyampaikan program penanaman mangrove sebenarnya ditargetkan berlangsung di tujuh kabupaten. Namun, saat ini baru terlaksana di empat daerah.
“Targetnya, seluruh lokasi bisa segera terealisasi agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Kami berharap masyarakat terus terlibat aktif karena keberlanjutan ekosistem mangrove bergantung pada kepedulian bersama,” ujar Marhamah.










