Pj Gubernur Sulsel Harap 10 Ribu Hektar Lahan PTPN Bisa Digunakan untuk Budidaya Pisang Cavendish

- Redaksi

Sabtu, 3 Februari 2024 - 09:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, (rilis.news) – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, berharap 10 ribu hektar lahan PTPN bisa digunakan untuk budidaya pisang cavendish. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sedang gencar-gencarnya melakukan budidaya pisang cavendish sebagai komoditi ekspor.

“Saya sudah cek lahan punya PTPN ini sangat besar. Ini kami harap bisa dipakai untuk masyarakat, sampai 10.000 hektare bisa dipakai untuk pisang cavendish,” kata Bahtiar saat menerima kunjungan Direktur Utama Holding PT Perkebunan Nusantara 1 Jakarta, Teddy Yuniman Danas, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat, 2 Februari 2024.

Bahtiar menyampaikan, seluruh daerah di Sulsel telah diajak untuk ikut dalam ekosistem bisnis pisang cavendish, nanas, sukun dan nangka yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan, untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulsel. 

“Saya dorong orang-orang kita yang ada di daerah untuk ikut di bisnis pisang ini. Kami sampaikan pisang cavendish ini tanaman bisnis. Karena itu, bagaimana masyarakat kita ini ikut dan diakomodir langsung pemerintah kabupaten kota setempat, supaya bisa dikawal secara adil dan pengawasan secara adil juga,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Holding PT Perkebunan Nusantara 1 Jakarta, Teddy Yuniman Danas, mengaku sangat mendukung program Pemprov Sulsel, khususnya budidaya hortikultura. Untuk itu, pihaknya akan meminjamkan lahan milik PTPN agar dimanfaatkan Pemprov Sulsel untuk penanaman pisang cavendish. 

“Izin Bapak Gubernur, kalau untuk kesejahteraan masyarakat kami siap membantu,” kata Teddy.

Teddy mengungkapkan, PTPN memiliki lahan di beberapa daerah di Sulsel, dan bisa digunakan mengembangkan tanaman pisang cavendish, sukun, nangka dan nanas. 

Hadir mendampingi Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara, Direktur Hubungan Kelembagaan Holding PT Perkebunan Nusantara 1 Jakarta, Tio Handoko, Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen Holding PT Perkebunan Nusantara 1 Jakarta, Landi Rizaldi Mangawerang. Regional Head PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 8 Sulawesi, Desmanto dan SEVP Business Support PTPN 1 Regional 8 Sulawesi Maalun Lamau.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru