Bogor, — Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengungkap hasil pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan peserta pesta seks sesama jenis yang digerebek di kawasan Puncak. Dari 45 orang yang menjalani tes cepat, hampir separuh dinyatakan reaktif HIV, dan belasan lainnya terindikasi menderita infeksi menular seksual (IMS) seperti sifilis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kurniawan, menyebutkan bahwa pemeriksaan dilakukan tak lama setelah peserta diamankan oleh aparat kepolisian.
“Dari 45 orang yang dites, sekitar 40 persen menunjukkan reaktif HIV, dan lebih dari 15 orang juga reaktif sifilis. Pemeriksaan ini menggunakan metode rapid test,” kata Mike kepada wartawan, Rabu (25/6).
Ia menambahkan bahwa hasil tersebut bukan diagnosis final, namun menunjukkan adanya indikasi kuat terhadap infeksi dan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium lanjutan (tes konfirmasi).
Risiko Penularan Tinggi
Pemeriksaan dilakukan di lokasi penggerebekan, di sebuah vila di kawasan Puncak. Menurut Dinkes, mayoritas peserta merupakan pria dewasa yang hadir dari sejumlah daerah, termasuk dari luar wilayah Jawa Barat.
“Sebagian besar tidak menggunakan pelindung (kondom), sehingga potensi penularan HIV dan IMS sangat tinggi,” ujar Mike.
Dinas Kesehatan menilai peristiwa ini sebagai indikasi meningkatnya kasus perilaku seksual berisiko tinggi, khususnya dalam komunitas Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL). Pihaknya mendorong skrining dan edukasi sebagai langkah pencegahan yang lebih luas.
Penanganan dan Konseling Lanjutan
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan memastikan peserta yang reaktif akan mendapatkan pendampingan medis dan konseling lanjutan, sesuai dengan protokol Kementerian Kesehatan. Mereka akan dirujuk ke layanan kesehatan rujukan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan terapi pengobatan jika diperlukan.
“Selain aspek penegakan hukum, aspek kesehatan masyarakat tidak boleh diabaikan. Edukasi dan deteksi dini tetap jadi pendekatan utama,” tambah Mike.
Kasus Serupa Pernah Terjadi
Kasus penggerebekan pesta seks sesama jenis bukan pertama kali terjadi di wilayah Puncak. Namun, skala dan temuan kali ini menjadi sorotan karena tingginya angka peserta yang terindikasi tertular HIV dan IMS.
Polisi masih mendalami apakah ada unsur pelanggaran pidana lainnya seperti perdagangan orang atau penyalahgunaan narkotika dalam kegiatan tersebut.
Data HIV Nasional
Menurut data Kementerian Kesehatan, kelompok LSL masih menjadi penyumbang kasus HIV baru terbesar di Indonesia. Pada tahun 2024, lebih dari 50 ribu kasus baru tercatat secara nasional, dan Jawa Barat masuk dalam lima besar provinsi dengan prevalensi tertinggi.
Penulis : Aulia Anastasya
Editor : Jakob Mirzani










