Wakil Ketua DPRD Parepare Usir Dua Pria yang Ngaku Protokoler Wali Kota Saat Rapat Banggar

- Redaksi

Rabu, 26 Maret 2025 - 02:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE, — Suasana rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Parepare mendadak memanas setelah dua orang pria berpakaian sipil masuk ke ruang rapat tanpa izin, Rabu (26/3/2025). Keduanya mengaku sebagai protokoler Wali Kota Parepare dan menyebut hadir atas perintah langsung dari Wali Kota Taufan Pawe.

Wakil Ketua DPRD Parepare, Muhammad Yusuf Lapanna, yang memimpin jalannya rapat, langsung mengambil tindakan tegas. Ia mengetuk palu sidang dan meminta kedua pria tersebut segera meninggalkan ruangan.

“Saya ketuk palu, saya minta mereka keluar karena mereka tidak punya kewenangan. Mereka bukan bagian dari TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” ujar Yusuf kepada wartawan usai rapat.

Menurut Yusuf, keberadaan dua orang tak dikenal itu dianggap mencederai etika lembaga legislatif. Ia menyebut, ruang rapat Banggar bersifat terbatas dan hanya dihadiri pihak-pihak yang memiliki otoritas sesuai tata tertib DPRD.

Dituding Tak Percaya TAPD, Sekda Sebut Miskomunikasi

Sekretaris Daerah Parepare, Muh Husni Syam, yang turut hadir dalam rapat tersebut, mengklarifikasi bahwa kehadiran dua pria itu hanya akibat miskomunikasi. Menurutnya, tidak ada maksud untuk mengintervensi jalannya rapat.

“Mereka hanya salah paham, mungkin karena ingin memastikan sesuatu. Tapi tidak ada niat buruk. Ini semata miskomunikasi,” kata Husni.

Namun Yusuf menilai insiden ini justru menimbulkan kesan tidak percaya dari Wali Kota terhadap kinerja tim anggaran yang dipimpinnya sendiri.

“Kalau TAPD dianggap tak cukup, lalu harus dikawal orang dari luar, ini seperti merendahkan tim yang ditugaskan,” ujar Yusuf.

Ditegur, Lalu Menyerang Balik di Media Sosial

Setelah diminta keluar dari ruang rapat, kedua pria yang belum diketahui identitas resminya itu kemudian menyampaikan pernyataan di media sosial. Mereka menuding diusir secara sepihak dan merasa dipermalukan.

Namun Yusuf menegaskan, sikapnya adalah bagian dari menjaga marwah institusi DPRD. Ia mengatakan, setiap rapat resmi memiliki aturan, dan semua pihak wajib menghormatinya.

“Saya tidak marah, tidak emosi. Tapi saya harus jaga aturan dan kehormatan lembaga ini,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Parepare terkait insiden ini.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru