Parepare – Komisi III DPRD Kota Parepare turun langsung meninjau titik-titik rawan banjir, termasuk kawasan Lumpue, Senin (6/1). Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua I DPRD Parepare, Suyuti (NasDem), bersama Ketua Komisi III, Hamran Hamdani (Golkar), dan diikuti sejumlah anggota.
Usai meninjau lapangan, Sekretaris Komisi III, Hasyib Hasyim dari Fraksi PKB, menyoroti buruknya sistem drainase kota sebagai penyebab utama genangan air yang sering terjadi.
“Sebelum membangun drainase, seharusnya dirancang dulu site plan-nya. Kita harus tahu air akan dialirkan ke mana, termasuk memperhitungkan ketinggian saluran dibanding rumah warga,” ujar Hasyib.
Menurutnya, banyak saluran air di Parepare yang sudah tidak berfungsi optimal akibat pendangkalan dan sedimentasi. Beberapa drainase bahkan lebih tinggi dari permukiman, sehingga air justru masuk ke rumah warga saat hujan turun.
“Di Lumpue, salurannya bukan hanya lebih tinggi dari rumah, tapi juga tertutup plat beton, ini menyulitkan air mengalir lancar,” tambahnya.
Selain itu, Hasyib juga menyoroti limpahan air dari kawasan pegunungan yang memperparah kondisi banjir di pemukiman sekitar.
“Perlu drainase khusus yang langsung mengalirkan air dari gunung ke laut. Kalau tidak, warga akan terus jadi korban saat musim hujan,” ujarnya.
Ia mendorong kolaborasi lintas instansi untuk segera melakukan pengerukan sedimentasi secara berkala di seluruh saluran air kota. Selama ini, kata dia, belum pernah ada penggalian ulang drainase secara serius, padahal pendangkalan terus terjadi.
Beberapa titik rawan yang disebut mengalami genangan parah saat hujan deras antara lain Jalan Lahalede, kawasan bawah Ablam, dan Jalan Muhammadiyah.










