Tim SAR Temukan Jasad Pelajar SMKN 2 Parepare di Tebing Karang Paputo, Operasi Pencarian Ditutup

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026 - 12:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE — Tim SAR gabungan menemukan jasad Muhammad Ikmar (17), pelajar SMKN 2 Parepare yang dilaporkan tenggelam di Pantai Lumpue, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Senin (12/1/2026).

Korban ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 11.07 WITA. Jasad korban terjepit di tebing karang dengan kemiringan sekitar 80 derajat.

Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, tim SAR berhasil mengevakuasi jasad korban yang ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Medan yang sangat terjal di kawasan perbatasan Pantai Lumpue dan objek wisata Paputo menjadi kendala utama bagi personel saat proses evakuasi jenazah dari celah bebatuan.

Memasuki hari ketiga pencarian, Senin pagi, titik terang muncul setelah warga melihat jasad korban di area karang. Kepala Pelaksana BPBD Parepare, M Rasdy Gerry Runtu, menyebutkan korban ditemukan dalam posisi tertelungkup mengenakan baju biru dan celana pendek putih.

“Tim penyisir sebenarnya sempat melewati lokasi tersebut sekitar pukul 08.00 WITA, namun belum melihat tanda-tanda keberadaan korban. Kami memperkirakan jasad baru terangkat ke permukaan dan terbawa arus ke arah karang sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WITA,” ujar Rasdy.

Di Tempat yang sama, Komandan Pos Basarnas Parepare, Agus Salim, selanjutnya mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit. Setelah proses identifikasi dipastikan, operasi pencarian pun resmi dihentikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Pantai Lumpue secara resmi kami tutup,” kata Agus.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (10/1/2026) sore, saat korban berenang bersama sejumlah rekannya di kawasan Pantai Wisata Lumpue. Sekitar pukul 17.00 WITA, korban terseret arus laut yang kuat hingga menghilang dari permukaan.

Pada Minggu (11/1/2026) atau hari kedua pencarian, tim SAR gabungan memperluas radius pencarian hingga tiga mil laut. Personel menyisir perairan menggunakan tiga unit armada milik Basarnas, BPBD, dan Polairud Suppa, serta mengerahkan drone untuk pemantauan dari udara.

Penyisiran darat juga dilakukan secara paralel, mulai dari sepanjang garis Pantai Lumpue hingga pesisir Bojo, Kabupaten Barru.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru