Polemik Lapangan Andi Makkasau: Dari Ruang Publik Jadi Lokasi Event, Warga dan Ketua DPRD Angkat Suara

- Redaksi

Selasa, 16 September 2025 - 14:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE, rilis.news — Penggunaan Lapangan Andi Makkasau di Parepare yang kini lebih sering difungsikan sebagai lokasi event ketimbang ruang publik menuai protes dari masyarakat.

Warga menilai alun-alun kota yang seharusnya menjadi pusat aktivitas olahraga dan interaksi, kini kian kehilangan fungsinya.

Seorang pedagang kecil yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat terdampak. Ia yang sudah berdagang sejak era Wali Kota Zain Katoe hingga Taufan Pawe, merasa kebijakan saat ini memberatkan.

​“Dulu saya jualan di lapangan itu, tidak pernah bayar tenda sampai jutaan rupiah. Bahkan waktu ada acara, kami yang pakai meja kecil masih boleh berjualan. Sekarang nauzubillah, ekonomi semakin menjerit,” keluhnya.

Ia menuturkan, para pedagang terpaksa bubar dengan alasan perbaikan rumput, bertepatan dengan masa pandemi.

Keresahan ini semakin meluas setelah seorang warga bernama Agusalim yakub mengunggah sindiran di media sosial,

“Sekalian saja dibangun atap spandek permanen di Lapangan Andi Makkasau.” Unggahan tersebut memancing beragam komentar, baik yang mendukung maupun menolak.

Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir, turut memberikan tanggapan. Melalui kolom komentar, ia menuliskan kalimat singkat namun sarat makna, “Kasihan Parepare.”

Ungkapan ini menunjukkan keprihatinannya terhadap kondisi lapangan yang nyaris tak pernah lepas dari agenda event.

​Komentar lain datang dari akun bernama Yoris. Ia menyoroti minimnya antusiasme publik terhadap event yang digelar.

“Masyarakat sudah jenuh dengan kegiatan seperti itu. Info katanya tadi kegiatan di lapangan sepi pengunjung,” tulisnya.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru