MAKASSAR – Rencana penetapan ketua secara mufakat atau aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Selatan kini menghadapi jalan buntu.
Langkah politik Rahman Pina yang menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Jakarta memicu perubahan peta kekuatan internal sekaligus mengancam dominasi calon tunggal yang sebelumnya mengklaim dukungan mayoritas.
Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhiddin Said, menyampaikan kemungkinan perubahan jadwal pelaksanaan Musda.
Ia mengungkapkan Musda Golkar Sulsel berpeluang digelar setelah Ramadhan mendatang.
Muhiddin menjelaskan, penyesuaian jadwal dilakukan karena dirinya akan melakukan roadshow dan konsolidasi ke sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
”Kami akan melakukan konsolidasi ke beberapa daerah di Sulsel sambil menunggu penjadwalan resmi dari Ketua Umum,” ujar Muhiddin.
Pertemuan strategis Rahman Pina dengan Bahlil Lahadalia di Jakarta menjadi sinyal kuat bahwa DPP Golkar belum menetapkan pilihan tunggal.
Kehadiran RP sebagai figur alternatif, yang dikaitkan dengan dukungan menteri strategis Andi Amran Sulaiman, mulai menggoyahkan loyalitas pemilik suara yang sebelumnya condong ke Appi.
Dengan jeda waktu yang semakin panjang hingga usai Ramadan, posisi Appi yang awalnya diprediksi melenggang mulus kini berada dalam ketidakpastian.
Klaim dukungan mayoritas DPD II terancam pecah seiring dengan masuknya pengaruh kekuatan politik nasional ke dalam dinamika lokal di Sulawesi Selatan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari DPP terkait jadwal pasti, namun pergeseran jadwal ini secara teknis telah meruntuhkan skenario aklamasi yang sempat menguat di kubu Munafri Arifuddin.










