APBD Bontang Rp 2,5 T; Dana Transfer Pusat Gemuk, Pendapatan Daerah Seret

- Redaksi

Selasa, 5 September 2023 - 22:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONTANG, rilis.news – Asumsi penerimaan APBD Bontang di semester kedua tahun ini berkisar Rp 2,5 triliun. Nilai fantastis itu kali pertama terjadi sejak Kota Bontang berdiri otonom.

Namun, mirisnya cuan yang melimpah itu bukan karena kerja pemerintah daerah dalam memungut pajak dan retribusi melainkan dana transfer pusat yang meningkat.

Hingga saat ini Kota Bontang bergantung 70 persen lebih dari dana transfer pusat. Uang dari pusat yang dibagikan ke seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.

“Miris sebenarnya karena tambahannya bukan karena kerja Pemda. Siapapun kepala daerahnya kalau begini pasti naik APBD,” kata Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam baru-baru ini.

PAD bersumber dari 4 pos pendapatan yakni pajak daerah, retribusi daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan Lain-lain PAD yang sah.

Di sektor pajak daerah ada 11 objek pajak mulai dari pajak hiburan hingga pajak reklame. Pos pendapatan ini paling dalam turun, diprediksi hingga Rp 23 miliar.

Sementara itu pos Retribusi daerah, penerimaan dari dinas yang memungut retribusi seperti parkir hingga layanan kesehatan. Pos ini juga turun dari Rp 4,1 miliar menjadi Rp 2,7 miliar.

Sedangkan, di pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan paling tinggi disumbang penerimaan BUMD. Semula targetnya Rp 4,2 miliar diprediksi turun menjadi Rp 3,5 miliar.

Pun demikian, penerimaan daerah dari Lain-lain PAD yang sah meningkat. Pos pendapatan ini bersumber seperti selisih pengadaan barang dan jasa.

“Tolong lah pemerintah digenjot PAD yang ada. BUMD juga di-push supaya berkontribusi,” ungkap Andi Faiz.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Aji Erlynawati mengatakan, pemerintah sudah berupaya mengenjot PAD dari potensi-potensi yang ada.

Hanya saja, beberapa pos mengalami tekanan di lapangan salah satunya penerimaan dari Pemotongan Rumah Hewan (RPH). “Karena sekarang banyak konsumsi daging frozen, makanya jumlah sapi yang dipotong berkurang. Walaupun tidak signifkan tapi salah satu kasus seperti itu,” ujar Aji.

Artikel ini telah tayang di klikkaltim

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru