Gibran Temui Try Sutrisno, Golkar: Isu Pemakzulan Sudah Usang dan Tak Relevan

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, – Cawapres Gibran Rakabuming Raka melakukan pertemuan dengan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno di kediamannya, Rabu (13/8/2025). Pertemuan ini menuai sorotan, terutama di tengah isu pemakzulan yang sempat ramai beberapa waktu lalu.

Namun, Partai Golkar menilai isu pemakzulan sudah tidak relevan lagi. Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin, mengatakan bahwa isu tersebut kini dianggap usang dan tidak lagi menjadi pembahasan serius di parlemen.

“Golkar melihat isu pemakzulan sudah selesai. Masyarakat lebih fokus pada pembangunan dan stabilitas politik,” kata Nurul kepada Kompas.com, Kamis (14/8/2025).

Pertemuan Gibran dengan Try Sutrisno sendiri disebut sebagai bagian dari konsolidasi politik menjelang Pilpres 2029. Try Sutrisno, yang merupakan tokoh senior Golkar, dikenal sebagai figur yang dihormati di kalangan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sementara itu, Gibran belum memberikan pernyataan resmi terkait agenda pertemuannya dengan Try Sutrisno. Namun, sumber internal partai menyebutkan bahwa pertemuan tersebut lebih bersifat silaturahmi dan mendengarkan masukan dari sesepuh politik.

Analis politik dari Universitas Indonesia, Arif Susanto, mengatakan bahwa langkah Gibran mendekati tokoh-tokoh senior seperti Try Sutrisno menunjukkan upaya memperkuat basis dukungan di kalangan partai politik tradisional.

“Gibran sedang membangun relasi yang lebih luas, tidak hanya di kalangan milenial, tetapi juga dengan para senior yang memiliki pengaruh besar,” ujar Arif.

Sejauh ini, belum ada respons dari pemerintah atau partai oposisi terkait pertemuan tersebut. Namun, Golkar menegaskan bahwa isu pemakzulan tidak lagi menjadi fokus dan mendorong semua pihak untuk berkonsentrasi pada agenda pembangunan nasional.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru