Polemik SPMB SD di Parepare: Sistem Zonasi Dipertanyakan, Wakil Wali Kota Hermanto Siap Investigasi

- Redaksi

Sabtu, 28 Juni 2025 - 15:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parepare, Sulawesi Selatan – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2025 di Kota Parepare tengah menjadi sorotan. Banyak orang tua mengeluhkan tidak transparannya proses seleksi dan dugaan diskriminasi dalam penerapan sistem zonasi.

Salah satu orang tua siswa, Lia, menyuarakan kekecewaannya usai anaknya ditolak masuk SD Negeri 5 Parepare, meskipun jarak rumahnya hanya 500 meter dari sekolah tersebut.

“Jelas sangat kecewa. Saya daftarkan lewat jalur domisili karena memang berada dalam zona sekolah, dan usia anak saya juga memenuhi syarat. Tapi nyatanya ditolak. Sementara banyak yang diterima justru rumahnya jauh, bahkan sampai 5.000 meter,” ujar Lia kepada wartawan, Jumat (27/6/2025).

Situasi ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara data zonasi dan keputusan akhir pihak sekolah. Padahal, sistem zonasi nasional ditujukan untuk menjamin akses pendidikan yang adil bagi semua warga.

Menanggapi polemik ini, Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, menyatakan akan membentuk tim investigasi guna menyelidiki dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan SPMB tingkat SD.

“Kami tidak ingin ada ketidakadilan dalam pendidikan dasar. Tim investigasi akan segera diturunkan ke sekolah-sekolah, termasuk SD Negeri 5, untuk memastikan proses seleksi benar-benar objektif,” tegas Hermanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Parepare, Makmur, mengakui bahwa proses seleksi SD belum sepenuhnya terintegrasi dengan aplikasi resmi milik Pemkot. Ia menyebutkan bahwa SD Negeri 5 memiliki kuota 84 siswa dengan rincian 79 untuk jalur domisili, 1 afirmasi, dan 4 mutasi.

“Terkait SD, memang belum sepenuhnya kita lakukan melalui aplikasi SPMB. Masih ada kebingungan dalam menentukan zona, terutama karena sekolah-sekolah di kota ini letaknya berdekatan,” kata Makmur.

Ia menambahkan, meski aplikasi mencatat data seperti jarak dan usia, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing sekolah.

“Aplikasi itu hanya alat bantu informasi. Sekolah yang memutuskan berdasarkan banyak faktor,” ujarnya.

Kasus ini menjadi refleksi penting bagi sistem pendidikan di daerah, khususnya dalam menjamin transparansi dan keadilan dalam proses penerimaan peserta didik baru. Hasil investigasi dari Pemkot Parepare pun kini dinanti publik.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru