Parepare, Sulsel — Jenazah wanita berinisial Jumriani Kadir (45), yang memiliki berat tubuh mencapai sekitar 300 kilogram, dimakamkan di Parepare dengan menggunakan crane bantuan pemadam kebakaran. Langkah ini diambil karena kondisi fisik jenazah yang tidak memungkinkan diangkat secara manual .
Video pemakaman yang beredar di media sosial menampilkan peti kayu diletakkan di atas truk, kemudian diangkat secara perlahan oleh crane menuju liang lahat. Suasana khidmat dan diiringi takbir menyelubungi prosesi ini, yang juga dibantu BPBD dan Damkar Parepare .
Jumriani meninggal pada Senin, 23 Juni 2025, sekitar pukul 08.00 WITA di rumahnya karena sesak napas, yang kemungkinan besar disebabkan oleh serangan jantung . Camat Soreang, Awaluddin, menyebut kondisi kesehatan wanita itu sempat memburuk pada awal tahun, saat yang bersangkutan dievakuasi ke RSUD Andi Makkasau menggunakan mobil damkar karena berat badannya .
Keluarga dan warga mengenang Jumriani sebagai sosok yang periang dan gemar menolong orang lain. Ia meninggalkan tiga anak yang kini berduka atas kepergiannya .
Kenapa menggunakan crane?
Crane digunakan karena alasan keamanan dan praktis: berat jenazah melebihi kemampuan angkat manual serta menghindari risiko cedera saat membawa peti ke liang lahat.
Video unik dari pemakamannya menyajikan dimensi baru tentang tantangan medis dan logistik yang dihadapi ketika seseorang meninggal dalam kondisi obesitas ekstrem, sekaligus memancing diskusi mengenai layanan evakuasi dan pemakaman layak untuk orang dengan kebutuhan khusus.










