Hadapi Musim Kemarau, PAM Tirta Karajae Pastikan distribusi Air Bersih Aman

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 18:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE — Menghadapi prediksi musim kemarau yang dikeluarkan oleh BMKG untuk periode Mei hingga September  2025, Perumda Air Minum (PAM) Tirta Karajae Parepare menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Manajer Teknik dan Perencanaan PAM Tirta Karajae, Wahid, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami gangguan distribusi selama kemarau berlangsung.

“Kami sudah punya peta wilayah yang biasanya terdampak saat debit air menurun. Itu menjadi acuan kami untuk mengatur sistem distribusi dan tekanan air agar tetap merata,” ujar Wahid saat ditemui , Rabu (18/6/2025).

Menurutnya, meski sebagian wilayah Sulawesi Selatan mulai mengalami penurunan curah hujan sejak Mei, kondisi sumber air baku di Parepare masih dalam batas aman.

“Kami prediksi Parepare akan mengalami puncak kemarau pada September. Tapi kondisi sumber air baku sejauh ini masih stabil dan mencukupi untuk kebutuhan pelanggan,” jelas Wahid

Hingga pertengahan Juni ini, ketersediaan air baku masih dalam kondisi aman dan cukup untuk melayani seluruh pelanggan di Kota Parepare, termasuk jika kemarau mencapai puncaknya pada Juli atau September mendatang.

“Kondisi air baku di Parepare saat ini masih stabil. Kita tetap melakukan monitoring harian, terutama terhadap sumber-sumber utama yang selama ini menjadi andalan,” jelas Wahid.

PAM Tirta Karajae diketahui mengandalkan dua sumber air baku utama, yaitu Sungai Karajae, dan sumur dalam di beberapa titik strategis. Ketergantungan terhadap curah hujan disebut relatif rendah karena sumber air tersebut masih memiliki debit yang mencukupi meski intensitas hujan menurun.

“Suplay air baku karajae dalam kondisi kemarau masih mampu menyuplai air hingga 80 liter /detik  meski tentu harus tetap diatur dengan efisiensi,” tambah Wahid.

Ia menambahkan, sebagai bentuk kesiapsiagaan, PAM Tirta Karajae juga mengatur pola distribusi secara dinamis dan menyiagakan armada tangki air bersih sebagai solusi alternatif jika sewaktu-waktu dibutuhkan di wilayah tertentu.

“Kita juga sudah siapkan armada tangki jika ada daerah yang memerlukan suplai tambahan. Prinsipnya, kebutuhan dasar masyarakat tetap jadi prioritas utama,” kata Wahid.

BMKG Wilayah IV Makassar sebelumnya mengumumkan bahwa musim kemarau di Sulsel mulai terasa pada Mei dan akan berlanjut hingga September, dengan bagian selatan dan barat provinsi ini menjadi wilayah yang lebih dulu merasakan dampaknya.

Dengan berbagai upaya ini, PAM Tirta Karajae optimistis dapat menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan maksimal di tengah tantangan cuaca ekstrem dan musim kering.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru